Kasus Virus Corona

Kondisi Mencekam di India Diungkap Warga Indonesia,Kasus Covid-19 Melonjak Tajam Kini Krisis Oksigen

Kondisi negara India kini makin mengerikan, usai gelombang ke dua kasus covid-19 naik.  India diketahui kini tengah menghadapi gelombang kedua.

Editor: Rohmayana
PARANJPE / AFP
Nakes mengenakan APD berdiri di sekitar pasien yang menunggu untuk dipindahkan ke unit perawatan intensif (ICU), di pusat pemulihan pasien COVID-19, di Mumbai (22/4/2021). 

Tribunjambi.com- Kondisi negara India kini makin mengerikan, usai gelombang ke dua kasus covid-19 naik. 

India diketahui kini tengah menghadapi gelombang kedua kasus Covid-19 terbesar.

Dalam kurun waktu 24 jam, kasus Covid-19 di India bisa mencapai lebih dari 300.000 kasus.

Mohd Agoes Aufiya, warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi mahasiswa S3 Jawaharlal Nehru University, New Delhi menceritakan kondisi mencekam di New Delhi, ibu kota India yang menjadi zona merah Covid-19.

Agoes mengatakan, salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya lonjakan kasus di New Delhi adalah mutasi kedua virus corona atau B.1.617 yang dianggap lebih cepat menular.

"Ya tentu saja ini begitu mencekam, salah satu faktor yang menjadi poin penting mengapa kasus ini meningkat drastis adalah terkait double mutan atau mutasi kedua,

Baca juga: Tata Cara Niat Sholat Jumat, Ada Terjemahan dari Bacaan Arab Terlengkap, Ini Amalan yang Didapatkan

yang bagi para ahli di India disebut dengan B.1.617 ini lebih cepat menyebar," kata Agoes dalam program Rosi di Kompas TV, Kamis (29/4/2021).

Tak hanya itu, Agoes mengatakan, faktor lain yang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di India yakni masyarakat terlalu euforia karena cakupan vaksinasi di negara tersebut sudah mencapai 51 persen.

Baca juga: NASIB Wati usai Tuduh Tetangganya Nganggur tapi Kaya, Kini Diusir Warga, Kondisi Kontrakan Disorot

Mayoritas masyarakat mulai melonggarkan penerapan protokol kesehatan seperti menggelar acara pernikahan, ritual Kumbh Mela di sungai Gangga, dan kampanye politik.

"Ada ratusan jutaan orang mandi di sungai Gangga, dan saya pikir ada rasa merasa menang ketika gelombang satu sudah selesai," ujar dia.

Menurut Agoes, akibat dari kelalaian masyarakat tersebut, penularan Covid-19 semakin cepat dan berdampak pada penuhnya kapasitas rumah sakit dan krisis oksigen.

Hingga saat ini, kata Agoes, Pemerintah Kota New Delhi menerapkan lockdown hingga 3 Mei karena kota tersebut dianggap sebagai episentrum.

"Kita semua di New Delhi sekarang lockdown sampai 3 Mei dan memang kita sekarang adalah episentrum," ucap dia.

Baca juga: NASIB Guru di Sukabumi Lumpuh usai Divaksin Covid-19, Terasa Sesak hingga Tangan dan Kakinya Kaku

Agoes mengaku hanya berani keluar rumah apabila ingin membeli kebutuhan mendesak dan selalu menerapkan protokol kesehatan.

Ia juga mengatakan, WNI di India belum mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Namun, Pemerintah India sudah merencanakan pelayanan vaksinasi secara gratis dalam waktu dekat.

"Saya belum divaksin, kita akan mulai vaksin kurang lebih 2 hari lagi dan pemerintah New Delhi sudah menyatakan akan gratis," kata dia. (*)

SUMBER :  Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved