Breaking News:

Berita Kota Jambi

Oknum Anggota Polisi dan Istri Saling Bantah di Persidangan, Soal Kepemilikan Sabu dan Ekstasi

Di rumah tersebut polisi menangkap Jaya Sirait, Eka dan Joni dalam satu rumah. Hasil penggeledahan polisi menemukan...

Tribunjambi/dedy nurdin
Ilustrasi persidangan 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penasehat Eka Sari akan menghadirkan saksi dan bukti nikah sirih antara kliennya dengan terdakwa Jaya Sirait. Kehadiran saksi ini untuk pembelaan terhadap kliennya yang kini menjalani sidang kasus terkait penyalah gunaan narkotika jenis sabu dan ekstasi di Pengadilan Negeri Jambi. 

Hal ini seperti diungkap Frandy Septior Nababan, penasehathukim Eka Sari saat dikonfirmasi usai persidangan yang berlangsung Rabu (28/4/2021) kemarin. Ia mengatakan tujuan dari pembuktian nikah siri ini menyikapi keterangan terdakwa Jaya Sirait yang membantah status nikah sirihnya di persidangan. 

“Kita akan hadirkan sakis-saksi pada sidang berikutnya yang mengetahui pernikahan. Saksi kita adalah orang yang menikahkan terdakwa Jaya Sirait dengan klien kita, Eka Sari,” kata Frandy di persidangan. 

Begitu juga terkait barang bukti narkoba yang ditemukan dalam tas yang disebut-sebut milik Eka Sari. “Kan tas itu ditemukan tergeletak di lantai, tidak ada identitas klien kita pada tas itu,” tegasnya. 

Sementara itu, penasehat hukum Bripka Jaya Sirait, Nasib Simarmata mengatakan soal pernikahan siri atara kliennya denga Eka Sari yang terungkap di persidangan tidak masuk dalam ranah perkara. 

“Kalau soal itu nggak, Saya nggar tahu, saya keberatan kalau disebut sebagai istri. Itu urusan-masing lah, tidak sampai saya korek,” kata Nasib Simarmata. 

Ia mengatakan dalam perkara ini persitiwa hukum ada. Tapi untuk mengungkap peristiwa sebenarnya belum bisa karena masing-masing terdakwa tidak menerangkan sesuai hasil BAP. 

“Fakta persidanganlah menjadi kebenaran materil. Soal barang bukti, kan disita, bagaimana penyidik membuktikan uang itu untuk membeli narkoba. Sabu kan yang beli di Eka, sementara uang yang disita dari Jaya Sirait. Dan Hp Jaya Sirait juga disita. Apakah bukti menunjukan Jaya Sirait berhubungan dengan transaksi itu? Tidak. Hanya dari HP si Eka,” ujarnya.

Seperti disebutkan dalam dakwaan Bripka Jaya Sirait ditangkap bersama tiga terdakwa lainnya yakni Eka Sari, Joni Kurniawan dan Yudi Setiawan pada Desember 2020 lalu. 

Awalnya aparat kepolisian dari Polresta Jambi menangkap Yudi saat menjemput paket sabu di sekitaran Kelurahan Eka Jaya. Kemudian berlanjut penggerebekan salah satu rumah di kawasan Paal Merah. 

Di rumah tersebut polisi menangkap Jaya Sirait, Eka dan Joni dalam satu rumah. Hasil penggeledahan polisi menemukan pil ekstasi sebanyak 300 butir, uang tunai 35 juta rupiah diduga untuk pembelian sabu dan bukti transfer 42 juta rupiah diduga untuk pembelian 300 butir pil ekstasi. 

Belakangan terungkap dipersidangan bahwa Eka merupakan istri sirih dari Jaya Sirait. Namun hal ini dibantah oleh terdakwa Jaya Sirait yang justru menyebut Eka sebagai pemilik pil ekstasi. Sementara terdakwa Eka Sendiri menyebut jika narkotika tersebut dibeli dan dipesan oleh terdakwa Jaya Sirait. (Dedy Nurdin)

Baca juga: Nyaris Raih Podium, Mario Finish Posisi 4 di CEV Estoril

Baca juga: KPHP Temukan Perambahan Hutan Produksi

Baca juga: Alasan Masjid Syafaat di RT 05 Payo Selincah Ditutup, Padahal Warga RT 04 yang Terpapar Covid-19

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved