Breaking News:

BPOM Jambi Lakukan Intensifikasi Pengawasan Pangan di Bulan Ramadhan

Balai Pengawasan Obat dan Makanan di Jambi melaksanakan kegiatan pengawasan pangan jajanan takjil dalam rangka melindungi masyarakat dari pangan

Istimewa
Balai Pengawasan Obat dan Makanan di Jambi melaksanakan kegiatan pengawasan pangan jajanan takjil dalam rangka melindungi masyarakat dari pangan yang mengandung bahan berbahaya 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Balai Pengawasan Obat dan Makanan di Jambi melaksanakan kegiatan pengawasan pangan jajanan takjil dalam rangka melindungi masyarakat dari pangan yang mengandung bahan berbahaya.

BPOM menyasar pasar bedug yang marak disaat bulan ramadhan, menjual aneka makanan untuk berbuka puasa.

"BPOM jambi hadir bersama lintas sektor terkait melakukan pengawasan secara terpadu untuk memastikan pangan jajanan takjil aman dikonsumsi masyarakat",ujar kepala bpom jambi Ahmad Rafqi,S.Si.,Apt,MKM

Balai Pengawasan Obat dan Makanan di Jambi melaksanakan kegiatan pengawasan pangan jajanan takjil dalam rangka melindungi masyarakat dari pangan yang mengandung bahan berbahaya.
Balai Pengawasan Obat dan Makanan di Jambi melaksanakan kegiatan pengawasan pangan jajanan takjil dalam rangka melindungi masyarakat dari pangan yang mengandung bahan berbahaya. (Istimewa)

Dengan mengerahkan mobil keliling, BPOM melakukan sampling dan pengujiam terhadap pangan takjil yang dijual di beberapa lokasi, seperti broni, pasar jambi, kasang, talang banjar, telanaipura, dan simpang rimbo.

Dari hasil sampling dan pengujian test kits sebanyak 87 item sample jajanan takjil, semuanya dinyatakan memenuhi syarat/Aman, tidak ditemukan mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan methanil yellow.

Balai Pengawasan Obat dan Makanan di Jambi melaksanakan kegiatan pengawasan pangan jajanan takjil dalam rangka melindungi masyarakat dari pangan yang mengandung bahan berbahaya.
Balai Pengawasan Obat dan Makanan di Jambi melaksanakan kegiatan pengawasan pangan jajanan takjil dalam rangka melindungi masyarakat dari pangan yang mengandung bahan berbahaya. (Istimewa)

Pada saat yang bersamaan, BPOM juga melakukan KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) oleh petugas kepada para penjual jajanan takjil.

"KIE bertujuan untuk memberikan informasi keamanan pangan, tips penjualan takjil dimasa pandemi covid-19, higenis dan sanitasi, sehingga jajanan takjil yang dijual aman, bermutu dan bergizi",tambahnya

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved