Bima Arya Dipanggil Presiden Jokowi di Tengah Isu Reshuffle Kabinet, Pembicaraanya Dibongkar Aiman

Bima Arya Bima Arya membenarkan bahwa dirinya sempat dipanggil dua kali oleh Presiden di tengah isu perombakan kabinet.

KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Wali Kota Bogor Bima Arya. 

Bima Arya Dipanggil Jokowi di Tengah Isu Reshuffle, Pembicaraanya Dibongkar Aiman

TRIBUNJAMBI.COM - Isu reshuffle kabinet masih jadi perharian meski Presiden Jokowi tak kunjung melakukannya.

Sebelumnya Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, Presiden Jokowi akan merombak kabinet dalam waktu dekat.

Diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memanggil beberapa tokoh politik ke istana di tengah ramainya pembicaraan tentang perombakan kabinet tersebut.

Salah satu figur yang dipanggil adalah Wali Kota Bogor Bima Arya.

Jurnalis Kompas TV Aiman Witjaksono mendatangi kantor Bima Arya untuk, di antaranya, menanyakan perihal obrolannya dengan Presiden Jokowi di istana dan adakah sangkut pautnya dengan reshuffle.

Baca juga: Firasat Buruk Letkol Heri Sebelum KRI Nanggala 402 Tenggelam: Jika Muncul di Berita, Doakan Kami

Baca juga: Pria Ini Nangis Minta Ampun Usai Lecehkan Istri Korban KRI Nanggala 402, Warga Emosi: Masih Mulus?

Berikut jawaban Bima Arya Bima Arya membenarkan bahwa dirinya sempat dipanggil dua kali oleh Presiden di tengah isu perombakan kabinet.

Ia membeberkan sejumlah hal yang dibicarakan, di antaranya terkait pelaksanaan vaksin Covid-19 di Kota Bogor, yang menurut Jokowi berjalan dengan bagus.

"Saya cerita kenapa angka (infeksi Covid-19 di Bogor) bisa turun, yang dilakukan apa. Kolaborasi antara (Pemkot Bogor) Kapolres dan Dandim luar biasa. Kita sama-sama mengawal dari bawah," ujarnya.

Wali Kota Bogor positif virus Corona
Wali Kota Bogor positif virus Corona (Pemkot Bogor)

Selain itu, Jokowi juga menanyakan rencana Bima Arya ke depan dalam penataan Kota Bogor.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, ia menyodorkan beberapa program, termasuk pembangunan moda transportasi trem di Kota Bogor.

"Proposalnya saya tunjukkan ke Pak Jokowi dan Pak Jokowi ngasih beberapa masukan dan saran," tutur Bima.

Ketika ditanya tentang kemungkinan diangkat menjadi menteri saat perombakan kabinet nanti, Bima mengatakan bahwa ia enggan berspekulasi.

"Saya enggak mau spekulasi. Buat saya itu pertemuan biasa. Enggak ada Pak Jokowi tanya posisi politik di kabinet atau apa. Enggak ada yang mengarah ke situ," pungkasnya.

Baca juga: Jenderal TNI Ditembak Mati KKB Papua, Mabes Polri Sudah Tahu Penembak Brigjen TNI I Gusti Putu

Baca juga: Polda DIY Langsung Minta Maaf ke TNI AL Usai Polisi di Sleman Komentar Begini Soal KRI Nanggala 402

Lebih lanjut ia mengatakan, jabatan menteri bukanlah sesuatu yang seharusnya dicita-citakan. Pasalnya, jabatan itu sangat bergantung pada kewenangan presiden yang memiliki diskresi untuk menentukan siapa yang hendak ia angkat menjadi menteri.

"Menteri kan dipilih oleh presiden. Kalau kita mau, tapi presidennya enggak mau, gimana? Kalau presiden mau, tapi partai enggak rekomendasikan gimana? Jadi, penentuan menteri itu adalah hak prerogatif diskresi dari presiden. Enggak boleh jadi cita-cita."

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pertemuan di Tengah Isu Reshuffle, Bima Arya Ungkap Pembicaraan dengan Jokowi"

Sumber: Tribun Manado
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved