Breaking News:

Pentingnya Pendidikan Multikultural di Indonesia

Pendidikan multikultural di Indonesia ini sangat penting dalam mewujudkan dan mengembangkan potensi seseorang untuk dapat mengendalikan diri

Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNJAMBI/HO
Nike Febryanti 

Saya berkomunikasi dengan keluarga, teman-teman menggunakan bahasa Jambi karena saya lahir dan bertempat tinggal di Jambi bersama orang tua saya.

Tetapi dengan adanya penggunaan bahasa Jawa oleh orang tua saya di dalam kehidupan sehari-hari, saya juga mengetahui, mengerti, dan memahami bahasa Jawa meskipun tidak terlalu banyak.

Banyak persepsi orang mengenai etnik atau suku Jawa ini dikenal dengan orang yang sopan santun, ramah, lemah lembut.sederhana dan banyaknya larangan seperti mitos.

Sebelumya kita mengetahui bahwa etnik dari Tapanuli atau Sumatera Utara pada umumnya, terkenal keras.

Jika orang Jawa bertemu dan berkomunikasi dengan yang berasal dari suku Tapanuli, bisa dianggap sedang marah kepadanya ketika sedang bicara.

Padahal, inilah keragaman, termasuk dalam dialek bahasa, yang perlu sama-sama dipahami oleh suku yang berbeda.

Seperti yang saya jelaskan di atas, etnik Jawa dikenal dengan orang yang ramah, lemah lembut dan sopan santun.

Begitu juga dengan saya yang menggunakan bahasa Jambi yang dikenal saat berbicara menggunakan nada yang tinggi sehingga banyak yang beranggapan saya sedang marah.

Menurut saya itu tidak benar karena saya sendiri saat berkomunikasi tidak menggunakan nada yang tinggi.

Untuk itu di sekolah perlu adanya pendidikan multikultural ini agar dapat menanamkan, menghormati, dan toleransi dalam keberagaman budaya yang ada dimasyarakat serta dapat mengatasi jika terjadinya permasalahan mengenai suku, status, ras dan agama.

Penulis:

Nike Febryanti, biasa dipanggil Nike. Lahir di Jambi, 21 Februari 2001.

Saat ini masih kuliah di Universitas Jambi, Program Studi Administrasi Pendidikan.

Baca juga: Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Akan Diperiksa KPK Terkait Suap Libatkan Penyidik KPK dan Wali Kota

Baca juga: BREAKING NEWS: KRI Nanggala-402 Diduga Retak, Nasib 53 Personel Kapal Selam Belum Bisa Dipastikan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved