Kamis, 16 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pencarian KRI Nanggala

KRI Nanggala Tenggelam di Kedalaman 850 Meter Diduga Ada Keretakan Besar

Hingga saat ini pencarian KRI Nanggala masih dilakukan dan muncul fakta baru. posisi yang diprediksi di kedalaman 850 meter

Editor: Heri Prihartono
KOMPAS.com CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO
Kapal selam KRI Nanggala 402 berlayar mendekati dermaga Indah Kiat di Kota Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM - Hingga saat ini pencarian KRI Nanggala masih dilakukan dan muncul fakta baru.

Menurut keterangan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono KRI Nanggala-402 diprediksi berada di kedalaman 850 meter.
Hal ini diketahui dari sejumlah barang temuan yang diduga dari KRI Nanggala-402, ditemukan di sebuah palung laut dengan kedalaman 850 meter.

Diketahui jika lokasi temuan serpihan barang itu berada di sekitar dua mil laut sebelah utara dari titik kapal dilaporkan hilang.

Dijelaskan Yudo, posisi yang diprediksi di kedalaman 850 meter ini menyulitkan pengangkatan menggunakan kapal selam atau mengerahkan ROV (Remotely operated underwater vehicle).

Kondisi KRI Nanggala-402 mengalami keretakan yang cukup besar.

"Dengan alat (serpihan dan barang) yang sudah keluar, terjadi keretakan."

"Karena sampai dalam 700-800 meter tentu akan terjadi keretakan di kapal selam itu," kata Yudo dalam konferensi pers di Bali, Sabtu (24/4/2021), dikutip dari tayangan Kompas TV.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono ungkap riwayat penggunaan kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak pada hari Rabu (21/4/2021) di Perairan Laut Utara, Bali, Kamis (22/4/2021).

"Sehingga barang-barang keluar, karena barang ini sebenarnya ada di dalam; penahan atau pelurus torpedo ini sampe keluar. Jadi ada keretakan besar," jelasnya.

Dari keretakan itu, Yudo menduga, air laut masuk ke dalam kapal selam, tetapi bisa jadi belum semuanya masuk.

Sebab, ada pembagian kompartemen di dalam kapal.

"Air (yang masuk) kemungkinan ada, tapi ada kemungkinan ada bagian kabin yang air tidak masuk."

"Air itu bisa ada bagian enggak masuk. Jadi di dalam ruang itu di bagi kompartemen."

"(Kalau) Anggota sempat tutup, ada kemungkinan tidak kemasukan air," jelasnya.

Sehingga, menurut Yudo mengerahkan kapal untuk melakukan evakuasi terhadap para ABK yang dimungkinkan masih dalam kondisi selamat.

"Tetap dengan kesulitan ini, kami tetap melakukan prosedur untuk pengangkatan atau evakuasi berikutnya," ungkap Yudo.

(Tribunnews.com/Maliana)

Simak Berita Soal KRI Nanggala di sini

Sumber Artikel : Tribunnews

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved