Breaking News:

Kapal Selam TNI AL Hilang Kontak

KEHEBATAN KRI Rigel yang Jadi Harapan Untuk Menemukan Kapal Selam Nanggala-402, Bukan Kapal Biasa

Hilang kontaknya Kapal Selam KRI Nanggalo-402 membuat TNI AL menerjunkan armada mereka untuk mencari keberadaan lokasi tenggelamnya

Dok Koarmada I
KRI Rigel-933 di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Senin (18/1/2021). Pernah diterjunkan saat pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 

Memiliki kemampuan dalam melaksanakan survei hidrografi, oseanografi, geofisika, dan perikanan, KRI Rigel-933 berbeda dengan kapal perang pada umumnya.

Kapal ini pun berdimensi panjang 60,10 meter dan lebar 11,5 meter, serta mampu mengangkut total 46 orang.

Untuk kepentingan riset hidrografi, KRI Rigel-933 dilengkapi peralatan super lengkap, mulai Single Beam Echosounder KONGSBERG EA600 hingga Multibeam Shallow Water Dual head KONGSBERG EM2040 yang mampu melaksanakan pemetaan perairan dangkal dari 0 hingga 450 meter.

Lalu, untuk kepentingan survei laut dalam, terdapat Multibeam Deep Water KONGSBERG EM302 yang menggunakan gelombang suara pada frekuensi 30 KHz.

Alat ini juga mampu melaksanakan pemetaan bawah laut hingga kedalaman 7.000 meter.

KRI Rigel-933 juga dilengkapi dengan alat pencitra dasar laut Side Scan Sonar KONGSBERG 2094.

Sementara, untuk kemampuan di bidang survei oseanografi, KRI Rigel-933 dilengkapi CTD Profil RESON yang dipadu Nansen Bottle (Rosset 12x8 liter sampel air).

KRI Rigel-933 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/5/2015). Alutsista baru TNI AL buatan Perancis yang diklaim berteknologi paling canggih se-Asia dalam survei dan pemetaan bawah laut tersebut tiba di Jakarta setelah berlayar selama 50 hari dari Perancis.
KRI Rigel-933 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/5/2015). Alutsista baru TNI AL buatan Perancis yang diklaim berteknologi paling canggih se-Asia dalam survei dan pemetaan bawah laut tersebut tiba di Jakarta setelah berlayar selama 50 hari dari Perancis. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Alat ini juga berfungsi sebagai pengukur karakteristik air laut, seperti suhu, salinitas tekanan, kedalaman, dan densitas air laut.

Alat ini juga mempunyai sensor dalam mengukur parameter fisik air laut dan dapat digunakan hingga kedalaman 6.000 meter.

Kemudian, dalam riset geofisik untuk kepentingan riset dasar laut, KRI Rigel-933 juga dilengkapi peralatan Sub Bottom Profile SES 2000 yang mampu mencitrakan badan sedimen dasar laut.

Halaman
1234
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved