Breaking News:

Komunikasi Terakhir Kapal Selam KRI Nanggala 402, Minta Otorisasi Penembakan Torpedo saat Latihan

Pada pukul 02.30 sebelum kejadian, dilaksanakan isyarat terbit untuk memulai latihan. Pada pukul 03.00, kata Yudo, KRI Nanggala 402 meminta izin

Editor: Suci Rahayu PK
KOMPAS.com CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO
Kapal selam KRI Nanggala 402 berlayar mendekati dermaga Indah Kiat di Kota Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM - Komunikasi terakhir dengan kapal selam KRI Nanggala 402 .

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengungkapkan detik-detik kapal selam KRI Nanggala 402 hilang kontak di perairan Bali, saat sedang mengadakan latihan menembak torpedo, Rabu (21/4/2021) dini hari.

Yudo mengatakan, sebelum memulai latihan penembakan torpedo semua prosedur sudah dilaksankan.

Pada pukul 02.30 sebelum kejadian, dilaksanakan isyarat terbit untuk memulai latihan.

Pada pukul 03.00, kata Yudo, KRI Nanggala 402 meminta izin menyelam untuk melakukan periscope depth pada kedalaman 13 meter dan melakukan persiapan penembakan torpedo.

Anggota TNI AL membawa prototipe sesaat Kapal Selam KRI Nanggala-402 saat merapat di Dermaga Madura Komando Armada RI Kawasan Timur di Surabaya, Senin (6/2/2012).
Anggota TNI AL membawa prototipe sesaat Kapal Selam KRI Nanggala-402 saat merapat di Dermaga Madura Komando Armada RI Kawasan Timur di Surabaya, Senin (6/2/2012). (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

"Sesuai prosedur bahwa di dalam penembakan tersebut, kapal selam akan didampingi oleh sea rider penjejak yang di dalamnya ada Kopaska maupun dari kapal selam sendiri, untuk nantinya apabila torpedo meluncur, mereka mengikuti," ujar Yudo, dalam jumpa pers bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Pertahana Prabowo Subianto, di Bali, seperti dilansir dari Kompas TV, Kamis (22/4/2021).

Selanjutnya, pada pukul 03.00 sampai pukul 03.30, geladak halauan dan conning tower KRI Nanggala 402 masih terlihat oleh tim penjejak sea rider dalam jarak 50 meter.

Kemudian, pada pukul 03.30, KRI yang lain menempati posisi untuk mengecek torpedo warning.

"Dalam hal ini adalah, unsur-unsur yang lain sudah persiapan untuk torpedo meluncur," ujar Yudo.

Baca juga: VIDEO Tangisan Nathalie Holchers Mengiringi Foto Sule Dihapus dari Instagramnya

Baca juga: Untuk Selamatkan Kapal Selam KRI Nanggala 402, TNI Hanya Punya Waktu 72 Jam

Pada pukul 03.46, sea rider memonitor periskop dan lampu pengenal dari KRI Nanggala-402 yang perlahan-lahan mulai menyelam dan tidak terlihat.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved