Breaking News:

Nasib Menyedihkan Satpam yang tak Berhasil Amankan JT saat Aniaya Perawat di RS Siloam Palembang

Imbas penganiayaan di RS Siloam Sriwijaya Palembang rupanya juga pada satpam yang kini terancam dipecat.

Tangkapan Layar Instagram
Sosok Pelaku Penganiaya Perawat 

TRIBUNJAMBI.COM - Imbas penganiayaan di RS Siloam Sriwijaya Palembang rupanya juga pada satpam yang kini terancam dipecat.
Pasalnya sosok satpam yang sedari awal ada saat kejadian penganiayaan CRS oleh JT.

Banyak yang menuding jika satpam di video hanya diam saja.

Bahkan sosok satpam tersebut dianggap hanya membiarkan JT menganiaya CRS.

Direktur Utama RS Siloam Sriwijaya, Bona Fernando mengatakan jika satpam tersebut berasal dari pihak ketiga.

"Security tersebut menggunakan dari pihak ketiga, bukan murni dari RS Siloam. Pihak ketiga yang memang kami kontrak," ujar Bona dikutip TribunnewsBogor.com dari Sripoku.com.

Kini menurut Bona, keputusan soal nasib satoam di video bergantung pada pihak ketiga tersebut.

"Semua diserahkan kepada pihak ketiga. Menanggapi kasus kemarin sedang dilakukan oleh pihak vendor. Sudah dilakukan evaluasi dari pihak vendor," kata Bona.

Menurut Bona kebijakan terkait pemutusan kontrak kerja atau pun lainnya yang menyangkut dengan petugas keamanan tersebut adalah merupakan wewenang dari vendor penyedia jasa tenaga keamanan.

"Dari vendor juga ada juga training dan refreshing," jelas Bona.

SUMBER ARTIKEL : SRIPO

Editor: Heri Prihartono
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved