Breaking News:

Pemusnahan Barang Bukti

Empat Barang Bukti Belum Bisa Dimusnahkan

Empat senjata api rakitan barang bukti hasil penanganan kasus tindak pidana umum belum dapat dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri Sarolangun

TRIBUNJAMBI/RIFANI HALIM
Empat BB hasil kejahatan belum dapat dimusnahkan Kejari, kasi BB sebut Gegana yang akan musnahkan 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Empat senjata api rakitan barang bukti hasil penanganan kasus tindak pidana umum belum dapat dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri Sarolangun saat pemusnahan barang bukti, Selasa (20/4).

Kasi Barang Bukti, Kejari Sarolangun Doddy Jahari mengatakan, dalam pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana umum ini diantaranya berupa dua unit senjata api rakitan, dua unit senjata api kecepek beserta beberapa amunisi belum dapat dimusnahkan.

"Senjata api rakitan atau kecepek, memang kita belum bisa musnahkan, setelah kita koordinasi dengan kepolisian dalam waktu dekat pihak gegana yang bisa memusnahkan ini," katanya didampingi kasi Pidum, Selasa (20/4).

Dia menambahkan, barang bukti tersebut hasil dari tindak pidana umum diantaranya kasus pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (Curat), kepemilikan senjata api rakitan dan senjata api yang dikenakan undang-undang darurat, hingga penyalahgunaan narkotika.

Sementara barang bukti lain yang dimusnahkan berasal dari 117 kasus. Bobby Ruswin mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan dari 32 perkara tindak pidana narkotika.

Selain itu juga ada 32 perkara tindak pidana umum lainnya seperti pencurian, penganiayaan, hingga undang-undang darurat dan lainnya.

"Pada hari ini kita melakukan pemusnahan barang bukti dari 32 perkara narkotika jenis sabu, ekstasi, dan alat hisap sabu," kata Bobby didampingi Kepala Pengadilan Negeri Sarolangun, Selasa (20/4).

Kemudian Senpi rakitan, alat hisap sabu, senjata tajam jenis parang dan pisau itu sebanyak 32 perkara, total ada 117 perkara sejak Agustus 2020 sampai dengan Maret 2022," katanya.

Ketua Pengadilan Negeri Sarolangun, Philip Mark Soenpiet menerangkan, barang bukti yang dimusnahkan itu telah berkekuatan hukum tetap hasil putusan Pengadilan Negeri Sarolangun, dalam rentang waktu sejak bulan Agustus 2020 lalu hingga pada bulan Maret 2021.

"Ini adalah hasil putusan Pengadilan Negeri Sarolangun yang sudah berkekuatan hukum tetap artinya tidak ada proses lagi, baik banding maupun kasasi."

"Jadi, penuntut umum selaku eksekutor bisa memusnahkan batang bukti ini, karena ini digunakan sebagai alat melakukan kejahatan oleh para terdakwa," katanya.

Pemusnahan batang bukti narkotika dilakukan dengan membakar barang haram itu di dalam sebuah drum yang sudah disiapkan sedemikian rupa. Sedangkan barang bukti berupa senjata tajam dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan alat pemotong.

Penulis: Rifani Halim
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved