Breaking News:

Berita Muarojambi

Di Balik Lapas Perempuan Muarojambi, Ada Sosok Kartini Masa Kini Membina Warga Binaan jadi Produktif

Kami berharap kepada mantan narapidana yang telah bebas agar bisa diterima oleh masyarakat dan minta kepada masyarakat hilangkan kebiasaan

Hasbi sabirin
Triana Agustin, ia adalah Kepala Lapas Perempuan kelas IIB satu-satunya di Provinsi Jambi yang terletak di Desa Bukit Baling 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Dibalik tingginya tembok penjara yang selama ini memiliki kesan negatif dan menakutkan, ternyata menyimpan sosok perempuan cantik dan boleh dinobatkan sebagai Kartini masa kini.

Iya wajar saja ia dinobatkan sebagai ibu Kartini masa kini, karena ia mampu memberdayakan ratusan orang perempuan narapidana yang tengah menjalani masa hukumannya di lapas menjadi produktif.

Sebut saja Triana Agustin, ia adalah Kepala Lapas Perempuan kelas IIB satu-satunya di Provinsi Jambi yang terletak di Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan Kabupaten Muarojambi.

Ia adalah sosok perempuan cantik dan tangguh berdarah kelahiran asal Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan, ini mampu melakukan pembinaan kegiatan positif dan produktif terhadap ratusan warga binaannya.

Tak hanya itu ia juga sangat mengedepan nilai-nilai pendidikan, kepada kaum perempuan, meskipun ia menyadari seorang perempuan itu memiliki peran penting dalam urusan rumah tangga.

Menurutnya, dulu perempuan itu Anya diaggap mampu menyelesaikan pekerjaan di dalam rumah tangga saja dan masih terbelenggu keterbatasan gender.

Namun tidak dengan dirinya, ia berhasil keluar dari belenggu tersebut dan bisa memberi inspirasi dan memberikan pembinaan terhadap kaum perempuan khususnya warga binaan lapas perempuan kelas IIB Kabupaten Muarojambi.

Belum genap enam bulan ia menjadi Kalapas kelas IIB Kabupaten Muarojambi Tria Agustin, yang kerap disapa Mba Nana ini sejak lulus sekolah S1 dan S2 sudah menggeluti pekerjaan bidang lembaga permasyarakatan.

Berbagai cerita dan pengalaman dalam melakukan pembinaan terhadap ratusan hingga ribuan warga narapidana yang sedang menjalani masa hukumannya tentu sudah biasa ia lakukan.

Ia menceritakan mendengar kata lapas atau penjara hingga hari ini asumsi masyarakat diluar mungkin masih menduga orang yang masuk ke penjara itu pasti diperlakuan buruk oleh petugas dan orang yang tidak memiliki masa depan.

Halaman
1234
Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved