Breaking News:

Berita Kota Jambi

Pemilik Situs Duniafilm21 Dituntut 2 Tahun Penjara, Pelaku Pembajakan Film Keluarga Cemara 

Dalam surat tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Kejari Jambi, Haryono menyatakan Aditya terbukti secara sah

Dedi nurdin
Aditya Fernando, terdakwa kasus pembajakan film keluarga cemara saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jambi, Kamis (28/1/2021). -- 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Aditya Fernando Phasyah dituntut dua tahun pidana penjara. Surat tuntutan di bacakan Jaksa Penuntut Kejari Jambi dalam persidangan yang digelar Selasa (20/9/2021) siang di Pengadilan Negeri Jambi. 

Aditya merupakan terdakwa dalam kasus pembajakan sejumlah film karya PT Visinema Pictures. Salah satu karya yang dipergunakan oleh terakwa tanpa izin untuk ditayangkan secara ilegal adalah film 'Keluarga Cemara. 

Dalam surat tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Kejari Jambi, Haryono menyatakan Aditya terbukti secara sah dan meyakinkan betsalah melakukan perbuatan melawan hukum. 

Selain tuntutan pidana penjara, Aditya juga dituntut denda. "Menuntut agar majelis hakim Pengadilan Negeri Jambi menjatuhkan pidana penjara oleh karena itu dengan pidana penjara selama dua tahun. Serta denda 200 juta rupiah," ucap Jaksa Penuntut Haryono. 

Jika denda tidak dibayarkan maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.  Kasus pembajakan film dengan terdakwa Aditya ini merupakan kasus pertama diproses melalui pengadilan. 

Namun dalam perkara ini, Aditya dikenakan ancam pidana sebagaimana dalam Pasal 113 ayat (3), junto Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana sebagaimana dakwaan subsider. 

Kasus pembajakan Film Keluarga Cemara karya PT Visinema Pictures ini pertama kalinya dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri pada April 2020. 

Hasil penyelidikan yang dilakukan penyidik kepolisian mengarah pada Aditya dan salah seorang rekannya Robby Bhakti Prayama yang saat ini masih berstatus DPO. 

Aditya ditangkap di kawasan The Hok, Jambi Selatan, Kota Jambi. Dalam dakwaan disebut bahwa terdakwa melakukan, memindahkan atau mentransfer informasi elektronik dan/atau Dokumen elektronik kepada sistem elektronik orang lain yang tidak berhak.

Film tersebut kemudian diunggah oleh terdakwa melalui website duniafilm21. Dari pengunggahan film tersebut Aditya mendapatkan keuntungan dari penayangan iklan pada film tersebut. 

Dalam persidangan terungkap fakta bahwa terdapat ribuan film yang diunggah dari berbagai rumah produksi. 

Sementara nilai keuntungan yang didapat oleh terdakwa untuk pemutaran iklan berkisar 1,5 juta hingga 3,5 juta rupiah untuk durasi 30 hari. 

Saat dilakukan penangkapan polisi juga menyita sejumlah barang bukti Flashdisk, Laptop, perangkat komputer berisi file film yang sudah diunggah maupun akan diunggah di situs milik terdakwa. 

Polisi juga menyita kartu ATM yang digunakan untuk transaksi, satu unit smartphone milik terdakwa berisi percakapan tentang film dengan rekannya yang kini DPO juga turut disita penyidik. (Dedy Nurdin)

Baca juga: Anak Anggota DPRD Jual Gadis SMP Layani Pria, Awalnya Tawari Pekerjaan Jualan Pisang Goreng

Baca juga: Aurel Tak Bisa Macam-macam, Ibu Atta Beri Peringatan Keras Soal Istri Tak Boleh Dominan dari Suami

Baca juga: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Kartini 21 April 2021 Lengkap Ada 30 Contoh untuk Perempuan Hebat

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved