Breaking News:

Berita Kota Jambi

Kades Koto Dua Baru Sebut Material Untuk Pembangunan Tahun Anggaran 2018 Banyak Diambil Warga

Kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Jambi, Radius mengaku menyesali perbuatannya yang mengakibatkan kerugian negara.

http://lampost.co/
ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Radius Prawira, Kepala Desa Desa Koto Dua Baru Kecamatan Air Hangat Barat Kabupaten Kerinci menjalani sidang pemeriksaan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Tipikor Jambi, Senin (19/4/2021). 

Dalam persidangan itu, Radius membenarkan adanya pembelian mayerial untuk pembangunan fisik pada anggaran APBDes tahun 2018. 

Namun nilainya sebesar 150 juta, sementara dalam perencanaan yang diajukan untuk belanja material senilai 234 juta rupiah. Pembelian dilakukan oleh terdakwa langsung selaku kepala desa tanpa melibatkan unsur perangkat desa lainnya. 

Ketika ditanya majelis hakim, mengenai realisasi pembangunan fisik pada belanja material tahun anggaran 2018, Radius mengaku material banyak diambil warga. 

Dari 150 juta yang dibelanjakan untik material, sisanya dikemanain?, materialnya digunakan atau dijual?," tanya hakim Amir Azwan. 

"Tidak dijual yang mulia, materialnya banyak diminta warga," kata Radius Prawira. 

Sementara untuk anggaran APBDes tahun 2019, terdakwa mengaku telah mencairkan senilai 500 juta rupiah. Namun, sekitar 100 juta diakui terdakwa telah digunakan untuk membayar honor dan kebutuhan pemerintahan desa. 

Sementara sisa dari 400 juta yakni 376 juta diakui terdakwa telah dikembalikan ke penyidik jaksa penuntut umum. "Ada digunakan untuk pengembalian, buktinya sudah ada di Jaksa," kata terdakwa. 

Kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Jambi, Radius mengaku menyesali perbuatannya yang mengakibatkan kerugian negara. "Saya mengaku bersalah, kesalahan saya diadministrasi," katanya. 

Baca juga: Dharma Wanita UIN Jambi Berbagi Barang Layak Pakai Selama Ramadhan

Sementara itu, berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Inspektorat Provinsi Jambi Nomor : LAP-700/ITPROV-3/XI/2020 tanggal 18 November 2020, nilai anggaran yang tak dapat dipertanggung jawabkan terdakwa senilai 758 juta. 

Kerugian negara itu mucul dari penggunaan anggran APBD tahun 2018 dan tahun 2019. (Dedy Nurdin)

Baca juga: Viral Nenek Mengaku Warga Sungai Bahar Jambi Telantar di Karawang, Warganet Justru Banyak Ragu

Baca juga: Telat Diangkut Sampah Menumpuk, Warga Keluhkan Bau Busuk

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved