Breaking News:

Berita Kota Jambi

Saksi Terangkan Banyak SPJ Dana BOS Ditandatangani Tapi Honor Guru Tak Diterima

Seperti diterangkan saksi Hasmi, Ketua Kantin sekolah yang bersaksi melalui jaringan virtual. Ia mengaku benerapa kali diminta oleh terdakwa Nurmina

tribunjambi/Dedy Nurdin
Empat orang guru dan honorer berikan keterangan terkait kasus korupsi dana BOS di SDN 04/V Kuala Tungkal, Senin (19/4/2021) di Pengadilan Negeri Tipikor Jambi 


TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sejumlah saksi mengaku diminta menandatangani dokumen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh Nurmina, mantan Kepala Sekolah SDN 4/V Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjab Barat saat bersaksi di Pengadilan Negeri Tipikor Jambi, Senin (19/4/2021). 

Seperti diterangkan saksi Hasmi, Ketua Kantin sekolah yang bersaksi melalui jaringan virtual. Ia mengaku benerapa kali diminta oleh terdakwa Nurmina untuk menandatangani dokumen laporan penggunaan dana BOS untuk kebutuhan konsumsi. 

Meski yang melakukan pembelanjaan adalah orang lain. Namun, atas sepengetahuan saksi. "Disuruh Kepsek tanda tangan, jadi ditandatangani itu di kantor sekolah," saksi Hasmi. 

Namun ada beberapa kegiatan yang saksi tanda tangan, ada pula yang tidak. "Seperti konsumsi drum band SPJnya saya tanda tangan," katanya. 

Keterangan serupa juga disampaikan oleh tiga orang saksi lainnya yang dihadirkan di ruang sidang. Bahkan majelis hakim meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjab Barat untuk meperlihatkan langsung bukti laporan yang ditandatangani saksi dan yang tidak. 

Saksi Ani Fauziah, guru pendidikan agama Islam yang sudah mengajar sebagai ASN di SDN 4/V Kuala Tungkal sejak 2005. Namun, untuk penggunaan anggaran dana BOS tahun 2017 sampai 2019 tak semua kegiatan ia dapatkan honornya. 

Meski beberapa penganggaran dana BOS ada untuk kegiatan pembelajarannya. "Ada di tahun 2019 nilainya 500 ribu. Ada yang tidak diterima tapi ditandatangani karena disuruh Kepala Sekolah," katanya. 

Aidl Raya Putra, JPU Kejari Tanjab Barat sempat menanyakan uang honor yang diterima parasaksi. Namun, dengan kompak para saksi yakni Ani Fauziah, Hj Aminah dan saksi Hayadi menjawab jika honor diterima langsung dari terdakwa Nurmina. 

"Tidak ada pernah menerima melalui bendara? Semua dari Kepsek yang menyerahkan honor?," tanya JPU Aidil. 

"Pernah sekali pak dari bendahara langsung, seigat saya sekali tahun 2017. Setelah itu dari kepsek semua," kata saksi Ani. 

Nurmina selaku kepala sekolah saat ini menjalani proses persidangan sebagai terdakwa. Ia tersandung kasus dugaan tindak pidana korupsi dana BOS SDN 04/V Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjab Barat. 

Ia didakwa telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau koorporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.  

Hasil perhitungan kerugian negara yang dilakukan BPK, nilai kerugian negara yang tak dapat dipertanggung jawabkan terdakwa mencapai 169 juta rupiah. Dari penggunaan anggran tahun 2017 sampai tahun 2019. (Dedy Nurdin)

B aca berita lain tentang korupsi dana bos

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved