Breaking News:

Smart Moms

Puasa Pertama dan Aneka Drama yang Menyertai, Pentingnya Mengedukasi dari Dini

Mengajari anak berpuasa pertama kali tidak lah mudah, mulai dari susah bangun sahur, drama ngantuk, susah disuruh makan dan

Tribunjambi/Ade Setyawati
Smart Mom Fitri Shylviana (30) dan anaknya Aprilia Putri (5). 

TRIBIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mengajari anak berpuasa pertama kali tidak lah mudah, mulai dari susah bangun sahur, drama ngantuk, susah disuruh makan dan permasalahan lainnya. Namun sebagai guru pertama bagi anak-anak, tentu saja ibu berkewajiban mengenalkan apa itu berpuasa dan mengajari anak berpuasa di waktu yang tepat.

Usia yang tepat dalam mengenalkan puasa ke anak ialah pada saat ia mulai berusia 5 tahun hingga 7 tahun, dengan kurun waktu puasa dari 3 jam hingga 4 jam.

Tujuannya mengajari anak berpuasa, ketika anak sudah diwajibkan berpuasa iapun bisa menjalankan puasa dengan lebih baik, tentunya kali pertama anak belajar puasa dengan bertahap dan perlahan.

Seperti Smart Mom Fitri Shylviana (30), yang bekerja di Dinas Kesehatan Kota Jambi, mengajarkan anaknya berpuasa Alyssa Aprilia Putri (5) bersekolah di TK Diniyyah Al-Azhar.

"Sebelum memulai berpuasa tentu saja sudah memberikan pengertian apa itu puasa kepada anak, seperti apa berpuasa dan apa saja yang dianjurkan dalam berpuasa, baru kemudian mulai mengajak anak untuk sahur," jelas Fitri.

Tentu saja di hari pertama mengajak anak sahur tidak mudah dan juga tidak terlepas dari drama-drama, susah bangun, nangis dan lain sebagainya.

"Sahur di hari pertama dan beberapa hari setelah nya masih ada drama-drama, seperti sulit dibangunkan, sudah bangun kadang dia nangis, dan kadang juga sulit disuruh makan, dan itu tidak masalah karena memang anak perlu dikenalkan dengan puasa," tambahnya.

Sebagai orang tua, tentu saja ia tidak memaksa anak untuk berpuasa, di tahun ini ia baru memperkenalkan bulan Ramadan kepada anak, dan di masa ini anak mulai berpuasa beberapa jam saja.

Selain itu, di hari pertama anak belajar berpuasa, memberikan hadiah juga termasuk motivasi bagi anak, meskipun anak tidak meminta.

"Anak akan berpuasa dengan sendirinya ketika orang di sekelilingnya mencontohkan hal tersebut, dan saya memberikan hadiah jika anak berpuasa, tahun ini kan dia masih sekolah TK, biasanya pulang sekolah pukul 10 dan pukul 10 itu dia berbuka, membeli makanan yang dia ingin kan dengan hadiah uang yang diberikan, biasa saya memberikan Rp2 ribu," lanjutnya.

Meskipun begitu Ramadan tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya yaitu masih ditengah wabah pandemi covid-19, dan belum bisa bebas taraweh.

"Taraweh juga masih belum bisa bebas, taraweh di masjid harus menggunakan masker dan juga ketika ingin mengajak anak membeli takjil juga agak khawatir dan semoga ini tahun terkahir Ramadan bersama pandemi Covid-19, karena membeli takjil bersama juga merupakan bentuk motivasi bagi anak," tutupnya.

Ia juga mengatakan semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan semoga tidak ada Covid-19 ke depannya.

Penulis: Ade Setyawati
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved