Breaking News:

Liputan Khusus

Awas Jual Beli Rekening Bisa Masuk Aktivitas Ilegal

apabila hal tersebut sudah masuk keranah money laundering, langkah pertama pihaknya akan melapor ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan

Vira ramadhani
Suti Masniari Nasution, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi saat menyampaikan UPk 75 ini merupakan alat pembayaran yang sah. 

KEPALA Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution, mengatakan belum mendapatkan informasi terkait isu jual beli rekening secara online di Jambi melalui sosial media Facebook.

“Isu ini harus diselidiki terlebih dahulu, lalu ditelusuri pelaku-pelakunya serta motifnya apa,” ujarnya saat ditemui di Kantor Bank Indonesia Provinsi Jambi, Kamis (15/4).

Ia mengatkan apabila hal tersebut sudah masuk keranah money laundering, langkah pertama pihaknya akan melapor ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Biasanya pada masalah seperti ini awalnya mengarah pada keuangan kriminal (finance crime), maka ini ke ranah hukum. Dan lembaga terkait yang menangani yaitu kepolisian. Lalu jika pencucian uang terkait narkotika, nanti ke BNN," jelas Suti.

                     

Terkait aktivitas jual beli rekening Tribun Jambi mencoba memastikan langsung kepada beberapa bank di Jambi

Ary Yusnairy Muslim, Area Manajer BSI Jambi, mengatakan belum ada informasi dan baru mengetahui terkait isu penjualan ATM bekas secara online di Jambi saat ini.

Ary menjelaskan pembukaan rekening dan ATM hanya bisa dilakukan oleh pemegangnya langsung.

“Pembukaan rekening dan ATM bisa dilakukan pemegangnya langsung yang dibuktikan dengan identitas nasabah yang kami verifikasi dengan sangat ketat,” jelasnya.

Sementara untuk jual beli rekening bank di medsos, ia menduga itu untuk aktivitas ilegal.

Halaman
12
Penulis: Vira Ramadhani
Editor: Deddy Rachmawan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved