Breaking News:

Berita Tanjabbar

Obati Kerinduan Tradisi Warga, Polres Tanjabbar Gelar Festival Bedug Arakan Sahur Online

Arakan sahur menjadi ajang arakan membangunkan orang-orang yang sahur untuk melaksanakan ibadah puasa. Berkeliling kampung dan memukul berbagai alat p

Tribunjambi/Samsul Bahri
Obati Kerinduan Tradisi Warga, Polres Tanjabbar Gelar Festival Bedug Arakan Sahur Online 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Arakan sahur yang menjadi tradisi bagi masyarakat Kabupaten Tanjabbar selama Ramadan untuk kedua kalinya ditiadakan. Hal ini mengingat pada Ramadan tahun lalu dan tahun ini dalam kondisi pandemi Covid-19.

Arakan sahur menjadi ajang arakan membangunkan orang-orang yang sahur untuk melaksanakan ibadah puasa. Berkeliling kampung dan memukul berbagai alat penunjang lainnya hingga menghasilkan suara keras dan ramai menjadi kegiatan yang di rindukan masyarakat.

Terhadap hal ini, untuk sedikit mengobati rasa rindu masyarakat dan mencegah adanya aktivitas masyarakat yang tetap nekad mengadakan arakan sahur, Polres Tanjabbar menggelar festival bedug arakan sahur online.

Kegiatan ini juga mendapat respon positif dari masyarakat dan juga dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tanjabbar.

Kapolres Tanjabbar AKBP Guntur Saputro menyebutkan bahwa dalam pendaftaran kegiatan, setidaknya sudah lebih dari 20 peserta yang antusias untuk mengikuti kegiatan festival bedug arakan sahur.

"Jadi kita buat kegiatan festival bedug arakan sahur sebagai kegiatan untuk mengobati rasa rindu masyarakat yang mana ini tahun kedua larangan untuk kegiatan arakan sahur. Maka kita buat kegiatan arakan sahur secara online," katanya, belum lama ini.

Adapun kegiatan ini tidak hanya di lakukan oleh masyarakat namun juga dari setiap OPD di lingkup pemerintahan Kabupaten Tanjabbar juga mengutus peserta yang ikut dalam arakan sahur online. Setiap peserta di minta untuk mengirimkan video berdurasi lima hingga tujuh menit yang kemudian video tersebut di kirim ke panitia.

"Jadi ini main di tempat, dan peserta tetap mematuhi prokes, menggunakan masker, jaga jarak. Jadi tidak keliling kampung, hanya main di tempat. Ketika peserta yang ikut ketahuan di luar dari mengirim video melakukan arakan sahur keliling maka kita diskualifikasi,"sebut Kapolres.

Nantinya dari 20 peserta yang terbaik akan mengikuti pelaksanaan arakan sahur secara virtual di mana nantinya akan di pilih tiga peserta terbaik. Hingga pada perayaan idul fitri nanti pemenang akan tampil. Selain itu, dalam kegiatan ini setidaknya ada total hadiah Rp15 juta yang akan di berikan kepada pemenang lomba.

"Artinya kita berharap, kegiatan ini sebagai suatu momentum untuk tetap menjaga tradisi yang di lakukan masyarakat di setiap ramadan. Meskipun memang saat ini dalam kondisi pandemi, tetapi ini tetap bisa di lakukan meskipun secara online dan tetap mematuhi protokol kesehatan," ungkapnya.

"Apalagi kita ketahui bahwa arakan sahur di Tanjabbar khususnya Kuala Tungkal ini sudah cukup di kenal di mana-mana. Ini yang harus tetap kita jaga, kita lestarikan, sehingga tetap menjadi tradisi turun temurun dengan tujuan untuk mempererat silaturahmi," pungkasnya.

Selain arakan sahur, dalam kesempatan ini juga di lakukan kegiatan festival dai cilik. Sama halnya dengan arakan sahur, kegiatan dai cilik juga di lakukan secara online, di mana peserta yang berusia maksimal 1p tahun mengirim video dan akan di tampilkan di akun resmi Polres Tanjab Barat.

Baca juga: Ternyata Ini Pemicu Perawat CRS Dianiaya Ayah Pasien dan Viral, Istri JT: Dari Awal Bicaranya Ketus

Baca juga: VIDEO Mantan Youtuber Curi Uang di Petshop

Baca juga: BREAKING NEWS Kebakaran di Nipah Panjang Tanjabtim, Empat Ruang Belajar SD 16 Hangus Terbakar

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved