Breaking News:

Pelaku Penganiayaan Perawat RS Siloam Akhirnya Minta Maaf, Tangan Diborgol Besi Sebut Emosi Sesaat

Setelah menganiaya perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang, pelaku akhirnya diamankan polisi dan meminta maaf.

Editor: Rohmayana
ist
JT pelaku penganiayaan perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang ditemui saat press release di Polrestabes Palembang, akhirnya minta maaf dan menyesali perbuatannya Sabtu (17/4/2021) 

Abdullah menjelaskan, mereka saat ini masih melakukan pemeriksaan kepada para saksi atas kejadian tersebut. Hasil visum juga sudah diterima penyidik untuk menindaklanjuti laporan itu.

Pria berinisial JT (topi putih) yang menganiaya <a href='https://jambi.tribunnews.com/tag/perawat' title='perawat'>perawat</a> RS Siloam berinisial CRS berhasil diamankan polisi, Jumat (16/4/2021) malam.
Pria berinisial JT (topi putih) yang menganiaya perawat RS Siloam berinisial CRS berhasil diamankan polisi, Jumat (16/4/2021) malam. (Tribun Sumsel/ Pahmi)

"Pelaku bisa dikenakan Pasal 351 tentang penganiayaan. Pelaku nanti akan kita periksa untuk kejadian ini," ujar Abdullah.

Diberitakan sebelumnya, seorang perawat salah satu rumah sakit swasta di Palembang, Sumatera Selatan, harus mengalami luka lebam di bagian wajah setelah mengalami kekerasan yang dilakukan oleh keluarga pasien.

Aksi video kekerasan yang menimpa perawat tersebut viral setelah diunggah oleh akun Instagram.

Dalam video berdurasi 35 detik itu terlihat korban yang diketahui berinisial CRS diselamatkan oleh rekan sesama perawat dengan kondisi terduduk.

Sementara itu, beberapa perawat lain menahan pelaku, yakni seorang pria yang diketahui bernisial JT.

Baca juga: Istri Pelaku Penganiaya Perawat RS Siloam Sempat Sebut Psikopat, Kini Akun Instagram Dikunci

Sikap Persatuan Perawat

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatra Selatan (Sumsel), Subhan mengatakan, bahwa sudah dilakukan visum dan dilaporkan ke Polrestabes Palembang.

"Dari hasil visum ada lecet di daerah muka. Sekarang korban masih dirawat di RS Siloam, karena ada keluhan pusing," kata Subhan saat dikonfirmasi Tribun Sumsel, Jumat (16/4/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, memang orang nggak mungkin langsung marah dan mukul, pasti ada sebabnya.

Nah itu yang sedang dipelajari, apakah sebabnya ada kelalain, kesalahan atau ketidaksopanan.

Kalau itu ranahnya kode etik keperawatan.

Menurutnya, terlepas dari apapun itu, ketika sudah melakukan pemukulan itu penganiayan.

Maka siapapun itu, mau perawat, dokter atau masyarakat umum ia nggak boleh melakukan kekerasan seperti itu. Karena sudah masuk unsur pidana.

"Selaku organisasi profesi dimana yang dipukul perawat maka kami akan memperjuangkan hak kita sebagai perawat. Dalam hal ini aman dalam bekerja," katanya.

Baca juga: Gara-gara Ini Ayah Pasien Pukul Perawat Perempuan di RS Siloam, Padahal Korban Sudah Berlutut

Maka sikap dari PPNI Sumsel akan mendampingi, akan melindungi kawan-kawan, apapun konsekuensinya.

Kalau uda berhubungan dengan rana hukum artinya akan disiapkan tim hukum.

"Jadi kami akan mendampingi apapun upaya yang dilakukan sampai upaya hukum, hingga masalah ini selesai. Kami akan mendukung upaya lanjut, karena kami tidak mau anggota kami dianiaya," tegasnya.

Menurut Subhan, selama ia menjabat sebagai Ketua PPNI Sumsel, sejak 2016 baru kali ini ada kejadian seperti ini. Memang pernah ada di daerah, tapi itu tidak seperti ini. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com / Penulis: Pahmi Ramadan

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved