Breaking News:

Israel Ketar-ketir, Uni Emirat Arab Borong 50 Jet Tempur F-35 AS, Perang di Timur Tengah Akan Sengit

Uni Emirat Arab semakin percaya diri setelah memborong pesawat tempur terbaru Amerika Serikat.

Angkatan Udara AS / Sersan Madelyn Brown
Pesawat F-35A Lightning II penerbangan dari Inggris ke Amerika Serikat, 13 Juli 2016. 

Israel Ketar-ketir, Uni Emirat Arab Borong 50 Pesawat Tempur F-35 AS

TRIBUJAMBI.COM - Uni Emirat Arab semakin percaya diri setelah memborong pesawat tempur terbaru Amerika Serikat.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengatakan kepada Kongres mereka melanjutkan penjualan senjata lebih dari 23, 37 miliar dollar AS ke Uni Emirat Arab, tutur seorang pejabat Kongres AS seperti dikutip Straits Times, Rabu, (14/04/2021).

Penjualan senjata itu termasuk pesawat F-35 generasi terbaru, drone bersenjata dan peralatan militer lainnya.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan pemerintah AS melanjutkan proses penjualan senjata kepada UEA, "bahkan saat kami terus meninjau detail dan berkonsultasi dengan pejabat Emirat" terkait dengan penggunaan senjata tersebut.

Pemerintahan Joe Biden sebelumnya menghentikan sementara kesepakatan yang disetujui oleh mantan Presiden Republik Donald Trump dengan alasan untuk meninjau keputusan tersebut.

Baca juga: Semakin Brutal, Militer Myamar Membabi Buta Tembaki Pekerja Medis

Baca juga: Sebuah Minibus Meledak Kena Ranjau Darat Teroris, 15 Orang Tewas

Baca juga: Rusia Peringatkan Turki Tak Ikut Campur Konflik di Ukraina, Erdogan Tak Gentar Malah Bilang Begini

Pemerintahan masa Donald Trump mengatakan kepada Kongres pada November lalu, mereka telah menyetujui penjualan senjata ke UEA, menyusul perjanjian yang ditengahi AS pada September di mana UEA setuju untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Uni Emirat Arab borong pesawat tempur F-35 Amerika.
Uni Emirat Arab borong pesawat tempur F-35 Amerika. (wikipidia)

Paket senilai 23,37 miliar dollar AS terdiri dari penjualan produk dari General Atomics, Lockheed Martin Corp dan Raytheon Technologies Corp, termasuk 50 pesawat F-35 Lighting II, drone tempur 18 MQ-9B dan paket peluru kendali udara-ke-udara dan udara-ke-darat.

Tetapi beberapa anggota Kongres AS mengkritik UEA karena keterlibatannya dalam perang di Yaman, konflik yang dianggap sebagai salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia.

Anggota kongres juga khawatir senjata tersebut mungkin dapat melanggar jaminan AS bahwa Israel akan mempertahankan keuntungan militer di wilayah Timur Tengah.

Namun, Israel mengatakan tidak keberatan dengan penjualan tersebut.

Upaya legislatif untuk menghentikan penjualan gagal pada bulan Desember, karena sesama anggota Partai Republik Trump di Kongres mendukung rencananya.

Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved