Breaking News:

Brenton Tarrant Pembunuh 51 Jemaah di Masjid Selandia Baru Protes Kondisi Penjaranya

Masih ingat Brenton Tarrant yang membunuh 51 orang jemaah di Masjid Selandia Baru 15 Maret 2019?

Editor: Suang Sitanggang
istimewa
pelaku penembakan pelaku penembakan New Zealand, Brenton Tarrant 

Aktivitas Tarrant beserta dua narapidana berbahaya lainnya di penjara itu selalu dimonitor 18 penjara.

Tarrant protes atas kondisinya di penjara dan membuatnya ajukan petisi.

Petisi tersebut terkait dengan kondisi penjara yang ia tempati yang ia sebut tidak sesuai dengan standar kemanusiaan.

Sorotan yang paling besar adalah bertahun-tahun harus tinggal sendiri.

Dia hanya diawasi oleh monitor, dan bakal mengganggu mentalnya.

Pria asal Australia itu juga meminta statusnya sebagai teroris berdasarkan Undang-undang Pencegahan Teroris Selandia Baru dikaji.

Pada Kamis (15/4/2021), Tarrant dijadwalkan bakal hadir di sesi sidang Pengadilan Tinggi Auckland.

Pakar hukum meyakini, kondisi di penjara itulah yang kini sedang diperjuangkan Brenton Tarrant di hadapan Hakim Geoffrey Venning.

Peninjauan itu tidak akan mengubah vonis yang dijatuhkan untuk Tarrant.

Di mata hukum, pembunuh berdarah dingin itu tetaplah seorang pembunuh sadis dan teroris.

Meski begitu, banyak yang meyakini Hakim Venning akan memberikan kelonggaran terkait kondisi penjaranya.

Baca juga: Penampakan Sel Tempat Brenton Tarrant Dipenjara, Dinding Beton, Tempat Tidur Baja, Kemanan Maksimum

Baca juga: Brenton Tarrant, Pelaku Penembakan 51 Warga Muslim di Masjid Selandia Baru Divonis Seumur Hidup

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved