Breaking News:

UMKM Jambi

Pelaku UMKM Jambi, Produk Camilan Slawi Ayu Raup Omzet Hingga Rp 30 Juta per Bulan

Produk UMKM Jambi ini telah tersebar di berbagai daerah Provinsi Jambi dan melebarkan sayapnya diluar

Vira ramadhani
Pelaku UMKM Jambi, Produk Camilan Slawi Ayu Raup Omzet Hingga Rp 30 Juta Perbulan 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pelaku UMKM Kota Jambi yaitu Slawi Ayu dengan menjual produk keripik yang seharga hanya belasan ribu perbungkusnya, namun meraup omzet hingga Rp 20 juta sampai Rp 30 juta perbulan.

Nurma Owner dari Slawi Ayu mengatakan, mulai membuka usaha Slawi Ayu tahun 2015 yang pada saat itu produknya keripik tempe dengan percobaan resep beberapa bulan.

“Setiap produk yang saya buat pasti di testimoni dulu, kalau rasanya enak dan tahan lama dan layak baru dipasarkan,” ujarnya di rumah produksi Slawi Ayu, Rabu (14/4/2021).

Pada tahun 2015 Nurma memproduksi keripik tempe sebanyak 500 pcs dan sekarang tentunya jauh lebih banyak.

Nurma mengungkapkan nama Slawi Ayu pada produknya karena Slawi merupakan kampung halamannya.

“Slawi itu kampung halaman saya, jadi biar selalu ingat asal saya,” katanya.

“Dan juga biar orang yang satu asal dari tempa daerahnya saat melihat dan membeli produk Slawi Ayu berpikir ooh gawean wong dewek,” tambahnya.

Saat dijumpai, Nurma memamerkan produknya seperti, keripik tempe, kacang bawang, opak seblak, kerupuk seblak, makaroni dan jangek.

Nurma mengatakan telah mendapat surat izin dari pihak terkait, dan semua produk Slawi Ayu ini halal.

“Semua produk tidak saya jual sendiri, tapi saya titipkan toko-toko, mini market, super market dan tempat oleh-oleh,” ungkapnya.

Produk Slawi Ayu telah bermitra dengan banyak market place. Produk Slawi Ayu dapat djumpai di Trona, Transmart, mini market Mandala Group, Meranti Group, Fresh Group, Pernata Group, Garuda group, Surya Group. Dan toko, warung serta tempat oleh-oleh di Jambi.

Produk UMKM Jambi ini telah tersebar di berbagai daerah Provinsi Jambi dan melebarkan sayapnya diluar Provinsi Jambi, seperti di Batam, Pekanbaru, Palembang hingga Pulau Jawa sebagai oleh-oleh dari Kota Jambi.

“Ada yang pesan lagi dari Pulau Jawa itu karena sebelumnya dia bawa sebagai oleh-oleh dari Jambi. Jadi kita kirimkan melalui kurir paket tapi ya pesannya banyak, kalau sedikit biayanya besar diongkos saja,” ucapnya.

“Baru kemarin ini gagal kirim ke Pulau Bintan karena ongkir,” tambahnya. (Tribunjambi/Vira Ramadhani)

Baca juga: INDONESIA Waspada, Laut Asia Tenggara Berpotensi Jadi Arena Perang China, Pyne: Bisa Hilangkan Nyawa

Baca juga: Nostalgia dengan Gem Rose, Camilan Lebaran Legendaris yang Khas dengan Kembang Gula Warna-warninya

Baca juga: Kue Bangkit Khas Jambi, Kue Kering Ini Sering Muncul Saat Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri

Penulis: Vira Ramadhani
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved