Breaking News:

Berita Kota Jambi

Dilema Pedagang Ketika Diharuskan Pindah ke Pasar Angso Duo, 'Bagaimana Kita Makan'

Beberapa pedagang di Pasar Angso Duo masih ada yang kembali ke tempat lama yang tidak diperbolehkan pemerintah.

tribunjambi/Rara Khushshoh Azzahro
Suasana pedagang Gang Ikan Asin yang menjajakan beberapa barangnya di depan ruko yang hendak dijadikan Posko Penertiban PKL serta parkir liar di Kelurahan OKH, Kecamatan Pasar Jambi. 

Dilema Pedagang Ketika Diharuskan Pindah ke Pasar Angso Duo, 'Bagaimana Kita Makan'

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Beberapa pedagang di Pasar Angso Duo masih ada yang kembali ke tempat lama yang tidak diperbolehkan pemerintah.

Pedagang dilema dengan pendapatan yang sudah semakin berkurang, dan lokasi kerap diminta pindah.

"Saat dipindah ke Pasar Angso Duo Baru, setoran sehari satu juta. Sedangkan uang dari pembeli hanya dapat Rp 50.000. Kalau gitu caranya, bagaimana kita makan? Sedangkan untuk setoran ke toke saja satu juta rupiah lebih perharinya," ungkap Aminah, pedagang sayur di Pasar Gang Ikan Asin, Rabu (14/04/2021).

Ia berujar, kalau dua hari saja pemasukan tidak bisa menutupi kekurangan, tidak mungkin setiap harinya dia harus berhutang untuk dapat menutupi setoran.

Permasalahannya, yaitu pembeli yang kurang, serta setoran yang cukup besar. Sehingga dia merasa dilema dengan penghidupannya.

"Katanya disuruh ditekuni, tapi kan nggak mungkin kalau harus seperti itu terus. Saya coba dua hari, dari mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB dapat duit Rp 50.000," ucapnya.

Saat ini Aminah kebingungan harus pindah ke mana untuk berjualan jika akan terus menerus digusur.

Dia tak punya tempat strategis baru, pengganti lokasi berjualannya jika mendapati penggusuran berkelanjutan.

Setelah merasa tak mampu berjualan di Pasar Angso Duo Baru, dia kembali berjualan di sekitar Gang Ikan Asin Kelurahan OKH, Pasar Jambi. Kemudian dia berjualan di depan ruko.

Pedagang Gang Ikan Asin yang menjajakan beberapa barangnya di depan ruko yang hendak dijadikan posko penertiban PKL
Pedagang Gang Ikan Asin yang menjajakan beberapa barangnya di depan ruko yang hendak dijadikan posko penertiban PKL (tribunjambi/Rara Khushshoh Azzahro)

Tetapi, semenjak kembali dari Pasar Angso Duo Baru ke tempat berjualan lamanya, dia mendapati pelanggannya berkurang drastis. 

"Ini juga (ruko) mau dipakai lurah dan camat buat posko mereka," ujarnya.

Karena tak mungkin dapat berjualan lagi di satu teras ruko yang  dipakai untuk posko penertiban PKL serta parkir liar.

Baca juga: BREAKING NEWS Polda Jambi & Satreskrim Polresta Jambi Amankan Benih Lobster Senilai Miliaran Rupiah

Baca juga: Trailer Ikatan Cinta Malam Ini 14 April 2021, Riki Terus Berusaha Dapatkan Elsa

Baca juga: Sejumlah ASN di Setda Pemkab Tebo Keluhkan TPP Belum Cair Januari

Terpisah, Sherly, pedagang cabai dan bawang di tempat serupa dengan Aminah juga merasa terus khawatir dengan keadaan saat ini.

"Kami cuma mau untuk makan, nggak lebih. Tapi gimana lah ya," ucapnya sembari menahan tangis yang akhirnya tak terbendung.(TribunJambi/Rara Khushshoh Azzahro)

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved