Breaking News:

Berita Tanjab Timur

Program Opal di Tanjab Timur Tidak Maksimal, Dinas Terkait Bakal Libatkan Tenaga Honorer

Program Obor pangan lestari (OPAL) dari dana Pusat melalui Dinas Ketahanan Pangan Tanjab Timur tidak berjalan sesuai harapan.

tribunjambi/abdullah usman
Ilustrasi - Program Obor pangan lestari (OPAL) dari dana Pusat melalui Dinas Ketahanan Pangan Tanjab Timur tidak berjalan sesuai harapan. 

"Kalau harus mengupah orang untuk mengurus (tanaman) tadi, anggarannya tidak ada. Maka dari itu kita manfaatkan tenaga honorer yang ada untuk mau mengurus dan hasilnya bisa mereka ambil, " ujarnya.

"Nilai baiknya, kebun tadi tidak terbengkalai juga dari sisi lain dapat membantu mengurangi pengeluaran tenaga honorer dari belanja sayur mayur," sambungnya. 

Tujuan dari program tersebut tidak lain, guna menjaga ketersediaan dan keberlanjutan pangan dan mencegah stunting pada ibu hamil.

Kegiatan Selama Bulan Ramadhan di Tanjab Timur Bisa Dilakukan Secara Normal

Pemkab Tebo Siapkan Rp 36 Miliar Untuk Bangun Gedung RSUD Tiga Lantai

Sukandar Tugaskan Kepala Bappeda dan Bakeuda Cari Informasi Soal Peminjaman Rp 150 Miliar Dana PEN

Untuk menunjang program tersebut, pada tahun lalu pemerintah tanjab timur mencoba mengembangkan program kementerian pertanian yang disebut dengan Opal, namun saat ini baru tahap permulaan.

Untuk program opal sendiri terbilang lebih lengkap dan beragam, jika dibandingkan dengan program pangan lestari yang sebelumnya telah berjalan. Selain itu dari segi jenis tanamannya juga beragam.

Program opal sendiri difokuskan pada daerah yang rawan pangan dan juga kawasan yang memiliki kasus stunting. Tanjab timur sendiri masih dijumpai kasus stunting di beberapa kecamatan. 

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved