Breaking News:

Lia Eden Meninggal Dunia

INGAT Lia Eden? Dikabarkan Meninggal Dunia, Ini Sepak Terjang dari Pemimpin Sekte Kerajaan Tuhan

Masih ingat dengan sosok Lia Aminuddin alias Lia Eden? sosok yang viral dengan sekte Kerajaan Tuhan itu dikabarkan meninggal dunia.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Lia Eden 

Tak cuma itu, Lia juga menerapkan beberapa aktivitas yang disebutnya ajaran agama Buddha seperti meditasi dan memahat patung.

Baru pada pertengahan 2000, Lia mendeklarasikan agama baru, Salamullah, sebagai penyatuan dari semua agama yang ia pelajari.

Beberapa ajaran Salamullah antara lain menyatakan shalat dalam dua bahasa sah, mengkonsumsi babi adalah halal, mengadakan ritual penyucian seperti menggunduli kepala , membakar tubuh, dan sebagainya.

Hukuman

Pada Kamis (29/6/2006), Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis pidana penjara selama dua tahun kepada Lia Eden.

Putusan tersebut sejatinya lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni pidana penjara selama lima tahun.

Harian Kompas edisi Jumat (30/6/2006) melaporkan, Ketua Majelis Hakim Lief Sofijullah yang didampingi hakim Ridwan Mansyur dan Zulfahmi menyatakan Lia Eden bersalah dan terbukti melanggar hukum sesuai dakwaan kedua dan ketiga.

Dakwaan kedua mengandung unsur perbuatan penghinaan terhadap suatu golongan masyarakat, sedangkan dakwaan ketiga mengandung unsur perbuatan tidak menyenangkan terhadap orang lain.

Dakwaan kedua berdasarkan Pasal 157 Ayat (1) juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), sedangkan dakwaan ketiga berdasarkan Pasal 335 Ayat (1) juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Dakwaan pertama yang tidak terbukti didasarkan pada Pasal 156 a juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP.

Dalam dakwaan kesatu, Lia Eden didakwa di depan umum menyatakan perbuatan bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

Majelis hakim menyatakan dakwaan pertama ini tidak terbukti karena pembuktian jaksa melalui perbuatan terdakwa di hadapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dipandang sebagai institusi, bukan sebagai perwakilan umat beragama.

Lia Eden pun sempat memprotes dan meminta untuk segera dibebaskan.

Menurutnya, ia hanya menjalankan perintah dari Tuhan.

Baca juga: Sukandar Siapkan Rp 5 Miliar dana BTT Untuk Vaksinasi Covid-19 di Tebo

Baca juga: Pembangunan Mal Pelayanan Publik Kota Jambi Tetap Berjalan Selama Bulan Ramadhan

"Perkenankan saya memohon Pak Hakim membebaskan saja saya dari hukuman.

Bangsa ini membutuhkan saya, agar tidak ada lagi bencana. Saya bersedia dihukum mati kalau perbuatan saya nanti terbukti," ujar Lia Eden.

Pada akhirnya, Lia Eden pun menjalani masa hukuman sesuai vonis dari pengadilan. Dia pun dibebaskan pada 30 Oktober 2007.

Akan tetapi, Lia Eden kembali ditangkap polisi di kemudian hari pada 15 Desember 2008 karena kasus yang serupa. (*)

Berita lainnya terkait Lia Eden

SUMBER: TRIBUN KALTIM

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved