Breaking News:

Pria Dewasa yang Sunat harus Cuti Berhubungan Intim Selama 4 Minggu, Ini Penjelasan Dokter

Pria dewasa setelah dewasa dia harus istirahat atau cuti ereksi, karena kalau sampai terjadi ereksi jahitan bisa terbuka dan pendarahan.

Ilustrasi Sunat 

Sirkumsisi diartikan sebagai tindakan pemotongan kulit yang menutupi kepala mr p.

Prosedur tersebut pada dasarnya bisa dan boleh dilakukan saat anak-anak maupun ketika sudah dewasa.

Tak sedikit orang dewasa yang belum melakukan sirkumsisi atau sunat.

Prof. Andi Asadul Islam, Ph.D,MD, sekaligus ketua PP Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia (PP IKABI), menjelaskan tindakan sirkumsisi yang di lakukan pada orang dewasa.

Prof. Andi Asadul Islam, Ph.D,MD, sekaligus ketua PP Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia saat acara webinar bertajuk Menelisik Sunat Bagi Pria Dewasa, Kamis (8/4/2021).
Prof. Andi Asadul Islam, Ph.D,MD, sekaligus ketua PP Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia saat acara webinar bertajuk Menelisik Sunat Bagi Pria Dewasa, Kamis (8/4/2021). (tangkapan layar)

Baca juga: Deretan Zodiak Beruntung dalam Karier Pada Hari ini, Ada yang Dibanjiri Ide dan Komentar Baik

Tindakan sirkumsisi pada dewasa menurutnya sama dengan anak-anak, hanya saja tindakan yang dilakukan cukup ekstra.

Tak hanya itu orang dewasa juga harus menahan ereksinya agar tidak terjadi pendarahan akibat jaitan yang terlepas.

“Kita tahu kalau pria dewasa setelah dewasa dia harus istirahat atau cuti ereksi, karena kalau sampai terjadi ereksi jahitan bisa terbuka dan terjadi pendarahan.

Serta jangan melakukan hubungan seksual selama empat pekan,” kata Prof Andi saat acara webinar bertajuk Menelisik Sunat Bagi Pria Dewasa, Kamis (8/4/2021).

Prof Andi juga menyampaikan antisipasi terjadinya jahitan robek, maka dilakukan edukasi bagi pasien, seperti menjaga kebersihan luka dan puasa ereksi khususnya pada minggu pertama pasca sirkumsisi.

Gula darah juga menjadi hal penting untuk dikontrol sebelum melakukan sirkumsisi.

"Hipertensi tidak terlalu berpengaruh tapi gula darah itu memang riskan apalagi kalau sampe belum kering udah ereksi," ucapnya.

Dirinya juga menyarankan untuk menggunakan metode konvensional untuk meminimalisir risiko dan aman. (*)

SUMBER: Tribunnews.com

Editor: Rohmayana
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved