Makin Berani, Drone China Keliaran di Pulau Taiwan Dekat Laut China Selatan
Lee Chung-wei, Kepala Dewan Urusan Kelautan Penjaga Pantai Taiwan, mengatakan, mereka baru-baru ini melihat pesawat tak berawak China mengelilingi Pra
TRIBUNJAMBI.COM, TAIPEI - Taiwan melihat drone China mengitari Kepulauan Pratas yang mereka kuasai di Laut China Selatan, dan siap menembak jatuh jika pesawat nirawak itu menyimpang terlalu dekat wilayah itu.
Tentu, langkah Taiwan tersebut secara dramatis dapat meningkatkan ketegangan dengan China.
Lee Chung-wei, Kepala Dewan Urusan Kelautan Penjaga Pantai Taiwan, mengatakan, mereka baru-baru ini melihat pesawat tak berawak China mengelilingi Pratas, meskipun belum terbang di atas gugusan pulau itu.
"Mereka tidak pernah memasuki perairan dan wilayah udara kami, mereka hanya terbang di sekitar Pratas pada jarak tertentu," kata dia saat berbicara di Parlemen Taiwan, Rabu (7/4), seperti dikutip Reuters.
Sementara China tidak mengakui klaim kedaulatan Taiwan, pesawat tempur dan kapal perang mereka umumnya berada di luar zona terlarang Taiwan, yang membentang 6 km dari pantai negeri tembok raksasa.
• Pembacokan Pemuda di Batanghari Sudah Direncanakan, Warga Batin XXIV Diminta Jangan Ada Aksi Balasan
Baca juga: Cara Mendapatkan Rp 10 Juta dari KUR Super Mikro BNI Bagi Alumni Kartu Prakerja
Siap tembak jatuh
Ditanya tentang bagaimana Penjaga Pantai akan bereaksi jika drone China memasuki zona terlarang Taiwan di Kepulauan Pratas, Lee menyatakan, mereka memiliki aturan untuk bertindak.
"Setelah masuk, (drone) itu akan ditangani (Penjaga Pantai Taiwan) sesuai aturan. Kalau perlu ditembak, kami tembak," tegasnya.
Kepulauan Pratas terletak di ujung atas jalur air yang disengketakan, dan telah menjadi sumber intrik yang relatif baru antara Taiwan dan China.
Dalam beberapa bulan terakhir, Taiwan telah mengeluhkan aktivitas Angkatan Udara China yang berulang di dekat pulau-pulau itu, yang hanya dijaga oleh Penjaga Pantai Taiwan meskipun ada pengerahan marinir secara berkala.
Tidak ada populasi sipil permanen di kepulauan itu, hanya sesekali ilmuan Taiwan mengunjunginya.
Pada Oktober tahun lalu, pengawas lalu lintas udara Hong Kong memperingatkan penerbangan sipil Taiwan yang terbang ke Pratas dalam rangkaian pasokan mingguan rutin, memaksanya untuk mundur.
Pratas, wilayah yang dikontrol Taiwan dan posisinya lebih dekat ke Hong Kong, juga menjadi sangat penting sejak protes anti-pemerintah pecah di kota yang dikelola China itu.
Baca juga: Terungkap Pembicaraan Ahok saat Temui Wali Kota Solo Gibran, Bahas Bisnis atau Politik?
Baca juga: Wanita di Jambi ini Rela Mempermainkan Pernikahan Demi Cincin Berlian, Ingin Kabur dengan Mantannya
Taiwan telah mencegat setidaknya satu perahu yang mendekati Pratas, yang membawa orang-orang yang melarikan diri dari Hong Kong mencoba menuju Taiwan.
Pulau utama di Laut China Selatan lainnya di bawah kendali Taiwan adalah Itu Aba, juga dikenal sebagai Pulau Taiping, yang merupakan bagian dari Kepulauan Spratly.
Lee mengungkapkan, Penjaga Pantai Taiwan belum melihat drone China di sana.
Selain China dan Taiwan, Brunei, Malaysia, Filipina, serta Vietnam juga memiliki klaim yang bersaing untuk pulau dan fitur di Laut China Selatan.
Artikel Lain Terkait Laut China Selatan
Sumber: Kontan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/09042021-taiwan.jpg)