Breaking News:

Berita Tebo

Begini Kronologi Awal Laporan Kasus Pelecehan Seksual Dilakukan Oknum Kades di Tebo

Hasan yang merupakan paman korban, melaporkan HZ bersama sejumlah warga dengan bukti surat laporan nomor B/78/XII/2020/Reskrim, tanggal 21/12/2020. Da

Tribunjambi
Seorang remaja usia 15 tahun dirudapaksa seorang oknum perangkat desa di Tebo Provinsi Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Pada 21 Desember 2020 lalu, HZ kades terpilih desa Tuo Sumay, dilaporkan dalam dugaan kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur.

Hasan yang merupakan paman korban, melaporkan HZ bersama sejumlah warga dengan bukti surat laporan nomor B/78/XII/2020/Reskrim, tanggal 21/12/2020. Dalam keterangan Hasan mengatakan bahwa keponakannya itu telah di setubuhi terduga pelaku oknum kades, beberapa kali. Kemudian menikahi Harum secara sirih.

"Sekedar untuk lepas tanggungjawab dan menghindari amarah warga atas perbuataanya. Dia menikahi IW secara sirih, tidak secara resmi," ungkap Hasan, belum lama ini.

Awalnya dari kasus itu, korban, kakak korban hingga orang tua korban tidak melaporkan kejadian itu ke polisi secara langsung. Karena HZ bersedia menikahi korban. Hanya paman korban dan warga yang melapor.

Bahkan adanya laporan tersebut, polisi yang melakukan pemanggilan kepada korban untuk dimintai keterangan tidak bersedia hadir.

Hingga kasus tersebut dianggap ada kepentingan dibelakangnya, karena berbarengan dengan detik-detik pelantikan pelaku sebagai kades terpilih, yang dilakukan langsung oleh Bupati Tebo, Sukandar.

Namun kasus ini kembali mencuat setelah korban dan kakak korban merasa kelakuan pelaku, sudah diluar kesepakan, dengan tidak bertanggungjawab, dan tidak menafkahi lahir batin.

Sementara, seusai melantik pelaku sebagai kades terpilih beberapa waktu lalu, Bupati Tebo Sukandar sempat ikut berkomentar. Menurutnya, berdasarkan aturan semua kades terpilih diperbolehkan ikut Dilantik.

Namun, bila ada yang tersandung masalah dan sebuah kasus, dipersilahkan untuk dilanjutkan ke ranah hukum.

"Semua kita Lantik. Bila ada persoalan disilahkan untuk dilanjutkan. Bila terbukti, mereka akan dicopot, tentu mekanismenya sesuai aturan berlaku," kata Sukandar beberapa waktu lalu.

Baca juga: Bak Istana, Begini Penampakan Rumah Mewah Tasya Farasya, Ada Ruangan sering Disebut Disneyland

Baca juga: Dandim 0415/Bth Resmi Buka Muscab GM-FKPPI Kota Jambi

Baca juga: Kabupaten Muarojambi Tertinggi Realisasi Jalankan Program Vaksin Covid-19 se-Provinsi Jambi

Penulis: HR Hendro Sandi
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved