Breaking News:

VIDEO Sambal Tempoyak Mougi Kini Sampai Ke Luar Negeri

Pendrawati adalah pemilik usaha sambal tempoyak Mougi. Saat ini, usahanya tak hanya dikenal di Provinsi Jambi.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pendrawati adalah pemilik usaha sambal tempoyak Mougi. Saat ini, usahanya tak hanya dikenal di Provinsi Jambi.

Pesanannya sudah sampai ke provinsi lain bahkan sampai ke luar negeri seperti Lebanon, Arab Saudi, Irlandia, Amerika, Korea Selatan, Malaysia, dan Singapore.

Ia memulai membuka usahanya pada tahun 2015. produk awalnya itu kue kering dan rempeyek.
Jiwa dagangnya menggeliat. Ia pun berpikir untuk mencari cara agar usahanya itu bisa mengangkat kearifan lokal Jambi.

“Pada awalnya itu saya hanya memproduksi kue kering setelah itu rempeyek. Pada tahun 2016 awal saya baru memproduksi krispi ikan seluang. Saya berpikir bagaimana cara untuk memproduksi sambal tempoyak yang bisa bertahan lama dan mengangkat kearifan lokal Jambi,” ujarnya saat ditemui Rumah Produksi Sambal Tempoyak Mougi di Mayang Mangurai, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Minggu (4/4/2021).

Untuk membuat sambal tempoyak ia melakukan berulang kali percobaan. Setelah enam bulan, barulah ia menemukan resep sambal tempoyak yang bisa bertahan lama dan enak.

Usahanya tak sia-sia. Sambal tempoyak kini merupakan produk unggulannya yang sangat diminati masyarakat Jambi serta dari provinsi lain dan luar negeri.

Berani berinovasi adalah salah satu kunci Sambal Tempoyak Mougi, agar mampu bersaing dan bertahan di pasaran.

“Pada tahun 2017 saat saya mengikuti Jitex Expo di Jakarta saya bawa sambal tempoyak dan krispi ikan seluang. Pada hari pertama semua produk saya habis. Saya pulang ke Jambi langsung mengubah kemasan menjadi menarik dan melengkapi semua izin produk,” ungkapnya

Saat ini ia telah memiliki tiga orang karyawan. Ada empat produk unggulan yaitu, sambal tempoyak, sambal cengek, krispi ikan seluang, dan sirup kayu manis nanas.

“Untuk harganya sambal tempoyak Rp. 25.000 – Rp. 45.000 dan keripik ikan seluang Rp. 15.000 – Rp. 30.000. Jika belanja di toko saya di Bajuri setiap pembelanjaan produk Mougi akan mendapatkan suvenir cantik dan setiap belanja di hari Jumat akan mendapatkan diskon,” jelasnya.

Ia pun mengaku usahanya hampir gulung tikar bahkan sempai putar arah jualan lauk masak, menjual keripik ke toko-toko karena pandemi Covid-19, namun kini telah berangsur-angsur membaik.

“Pada awal pandemi Covid-19, Indonesia di lockdown itu saya stres sekali, karena saya sudah meminjam uang untuk tambahan modal mengirim 1 kontainer produk Mougi ke Arab Saudi dibatalkan. Jadi selama 9 bulan saya kejar bola untuk membayar utang, mulai dari menjual lauk masak, menerima pesanan kue, sampai keripik-keripik Rp. 2000 itu saya titipin di toko-toko. Alhamdulillah pada bulan Agustus 2020 sudah ada peningkatan ekonomi,” Ungkapnya.

Pada saat ini dalam satu bulan ia mendapatkan omzet sekitar Rp. 40 Juta. sedangkan sebelum pandemi Covid-19 omzet sebulan mencapai Rp. 70 Juta – Rp. 80 Juta.

Produk Sambal Tempoyak Mougi bisa didapatkan di toko oleh-oleh di Bajuri depan Masjid Miftahul Huda, di semua gerai Pempek Selamat Jambi, Pempek Farhan Jambi, Pempek Mamad Jambi, Jakos, toko oleh-oleh Pak Dj, Swalayan Meranti, di web maugijambi.bolgspot.com dan di Aplikasi Shopee.

Tribunjambi.com/MG/Dheanisya

Baca juga: Tradisi Unik Menyambut Bulan Suci Ramadhan, di Sarolangun Ada Pawai Obor Keliling 

Baca juga: Tradisi Unik Masyarakat Tanjung Jabung Barat Saat Ramadan Ada Arakan Sahur, Asyik dan Seru

Baca juga: Pawai Keliling di Kerinci Jadi Tradisi Unik Sambut Bukan Ramadhan, Sarana Silaturahmi Antar Warga

Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved