Breaking News:

Madrasah Dibakar

Madrasah Dibakar Warga di Garut Terkait Kesaksian Santri Mengaku Jadi Korban Asusila

Seorang santri membuat pengakuan telah jadi korban pencabulan di madrasah tempatnya belajar ngaji.

Tribun Lampung/Dody Kurniawan
Ilustrasi. Perempuan korban asusila 

TRIBUNJAMBI.COM, GARUT - Seorang santri membuat pengakuan telah jadi korban pencabulan di madrasah tempatnya belajar ngaji.

Pengakuan ini, dan juga pengakuan sebelumnya dari beberapa santri, membuat warga marah besar.

Mereka membakar madrasah yang sehari-hari sebagai tempat belajar ngaji itu di Kampung Ciomas Desa Dangiang Kecamatan Cilawu, Garut, Jawa Barat.

Madrasah itu jadi sasaran amuk massa pada Senin (5/4/2021) malam.

Kasubag Humas Polres Garut Ipda Muslih Hidayat, membenarkan adanya peristiwa pembakaran bangunan tempat mengajar mengaji.

Polisi sudah menangani kasus dugaan pencabulan yang melatarbelakangi aksi pembakaran itu.

Diungkapkan Muslih, dari informasi yang didapat dari orangtua murid yang jadi korban pencabulan, pelaku berinisial RS (42).

Pelaku sempat membawa sanrtiwati menginap di salah satu wisma di kawasan Garut Kota dengan alasan akan melakukan ziarah.

"Tanggal 12 Maret korban dibawa menginap di wisma dengan alasan ziarah, di tempat itu korban dirayu hingga disetubuhi," katanya.

Setelah pulang, terang Muslih, orangtua korban curiga melihat sikap anaknya berubah jadi tidak semangat mengaji.

Halaman
1234
Editor: Suang Sitanggang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved