Breaking News:

Jelang Ramadan Bahan Baku Tahu Tempe kembali Naik, Produsen Menjerit

Mahruf, satu di antara produsen tahu tempe di Kota Jambi mengatakan saat ini harga kedelai mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

monang widyoko
Jelang Ramadan Bahan Baku Tahu Tempe kembali Naik, Produsen Menjerit 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jelang Bulan Suci Ramadan produsen tahu tempe mengeluhkan harga bahan baku yang melonjak tinggi. Kondisi ini membuat pengusaha produsen tahu tempe di Kota Jambi sulit dalam menjalankan usahanya.

Mahruf, satu di antara produsen tahu tempe di Kota Jambi mengatakan saat ini harga kedelai mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

Sehingga membuat seluruh produsen tahu tempe di area tempat ia tinggal, di Jalan Fatahilah, Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur harus mencari cara untuk tetap bertahan.

Baca juga: Tenaga Medis Sampai Heran, Seorang Kakek Disuntik Vaksin Tapi Tak Tembus, Jarum Malah Melengkung

Baca juga: Download Lagu Dangdut Spesial Nella Kharisma, Via Vallen dan Didi Kempot, Ada Video Terbaru 2021

Baca juga: Begini Kelanjutan Kasus Rizieq Shihab Setelah Hakim Tolak Eksepsi Kerumunan di Megamendung

"Dulu harga kedelai Rp 7.600 per kg. Sekarang naik hampir 50 persen, menjadi Rp 10.350 per kg," ungkapnya, Selasa (6/4/2021).

Sehingga dirinya pun mensiasati kenaikan bahan baku tersebut dengan memperkecil ukuran tempe.

"Kalau dinaikan harga tempe, nanti tidak ada yang beli. Jadi kami menjualnya dengan harga tetap namun memperkecil ukuran," jelasnya.

Sedangkan untuk produksi tahu, dirinya mengatakan harus menaikan harga. Karena sulit untuk memperkecil ukuran tahu.

"Untuk tempe kami jual dari sini seharga Rp 7.500 per batangnya. Sementara untuk tahu Rp 500 per buah," katanya.

Kondisi ini berdampak dirinya mau tidak mau harus memberhentikan satu pekerjanya untuk bisa bertahan pada kondisi ini.

"Kedelai naik sudah sebulan ini. Saya mau tidak mau harus memberhentikan satu karyawan saya. Lantaran pemasukan berkurang," terangnya.

"Harapan saya kalau bisa pemerintah memberikan subsidilah untuk kedelai. Supaya usaha seperti kami-kami ini dapat bertahan, terutama kondisi pandemi sekarang ini," harapnya.

Penulis: Monang Widyoko
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved