Breaking News:

Campus Blitz

Jangan Sampai Generasi Muda di Jambi Tidak Mengetahui Sejarah Ini

Pada bulan Maret museum Siginjai mendapat 90 orang kunjungan, baik dari mahasiswa yang melakukan penelitian

TRIBUNJAMBI/ADE SETYAWATI
Kunjungan Museum Perjuangan Jambi Meningkat, Mayoritas Kunjungan dari Mahasiswa dan Siswa 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - 

Tempat mengabadikan barang-barang peninggalan sejarah seperti museum Siginjai, kerap di anggap tempat yang membosankan dan banyak anak muda kurang memiliki ketertarikan terhadap museum.

Namun barang-barang peninggalan sejarah di dalam museum merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui bagi generasi-generasi berikutnya.

Dengan generasi penerus bangsa mengetahui seperti apa sejarah perjuangan Indoensia khususnya Jambi, maka generasi muda penerus bangsa, akan lebih menghargai bangsa.

"Sejarah seperti barang peninggalan sangat penting, jangan sampai anak-anak generasi muda tidak mengetahui sejarah, jika mereka mengetahui sejarah maka generasi muda akan lebih menghargai bangsa nya, dia mendapat kebebasan seperti saat ini karena dulu di perjuangan dengan darah," jelas Rimala Isma selaku kepala seksi Bimbingan dan Publikasi Museum Siginjai.

Namun semenjak pandemi covid-19, pembelajaran beralih menjadi sistem pembelajaran secara online, museum yang merupakan rumah peninggalan barang-barang sejarah jaman dulu, juga harus tutup kurang lebih 2 bulan 2020 lalu.

Sejak bulan April hingga Mei, dan rumah sejarah ini buka kembali pada bulan Juni yang hanya mendapat 4 kunjungan mahasiswa dan 9 umum, hingga akhir Desember masih mendapat kunjungan yang sangat sepi 

Terkadang dalam sehari hanya dua orang, empat orang dan terkadang sama sekali tidak mendapat kunjungan dari siapapun.

Bahkan pada bukan Desember 2020 dalam satu bulan hanya menerima kunjungan sekitar 91 orang, sedangkan pada bulan Februari 2020 mendapat 2.132 dan pada bulan Maret mendapat 1.049 kunjungan.

Namun sejak bulan Januari 2021 kunjungan semakin meningkat, museum Siginjai pada bukan Januari mendapat 190 kunjungan dengan mayoritas kunjungan dari pelajar seperti siswa dan mahasiswa.

Pada bulan Maret museum Siginjai mendapat 90 orang kunjungan, baik dari mahasiswa yang melakukan penelitian maupun dari siswa, dan menurut pantauan tim Tribun, mesum hingga saat ini masih terlihat sepi, meksipun ada kunjungan hanya terlihat satu ataupun 2 orang saja.

"Saya berharap, pandemi segera berakhir dan pelajar seperti siswa dan mahasiswa dapat melakukan kunjungan lagi ke museum Siginjai, melakukan tugas maupun penelitian, karena museum sangat penting bagi generasi muda," tutupnya 

Penulis: Ade Setyawati
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved