Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Husni Jamal dan Keuletannya Menginventarisasi Kosakata Bahasa Jambi Seberang

Setiap hari selama sepuluh tahun, Husni Jamal menginventarisasi kosakata bahasa masyarakat yang berada di Seberang Kota Jambi.

tribunjambi/wawan kurniawan
Husni Jamal (kanan) saat diwawancara Tribun Jambi 

Di Seberang sudah ada, disetung namanya. Saya berharap Bahasa Seberang juga bisa berkontribusi terhadap perbaikan Bahasa Indonesia. Masih banyak yang perlu kita gali lagi.

Saya sempat membaca blog yang Bapak buat. Ada yang menarik dari penjelasan dialek yang Bapak terangkan. Misalnya, ada pelafalan e tebal dan e tipis. Itu seperti apa maksudnya, Pak?

Husni: Ada beberapa kosakata yang beda maknanya, tapi dalam Bahasa Indonesia sama tulisannya. Misalnya serak dengan e tipis artinya serak di tenggorokan, dan serak dengan e tebal artinya disebar, berserakan.

Ada juga perbedaan antara i dengan e, antara u dengan o. Orang Seberang itu huruf r-nya terdengar bergetar. Ada isolek yang unik di dalam Bahasa Jambi Seberang.

Menariknya, beberapa kosakata juga sudah masuk dalam Kamus Budaya Jambi yang diterbitkan Kantor Bahasa Provinsi Jambi tahun lalu. Ada berapa kosakata?

Husni: Ini sebagian kecil saja. Bahasa Seberang itu ada juga yang artinya sama dengan Bahasa Indonesia. Dalam kompilasi yang saya buat sebagian saya cantumkan, biar orang tau ada kosakata yang juga sama dengan Bahasa Indonesia.

Apa yang menjadi keunikan dari Bahasa Seberang?

Husni: Salah satu yang unik dari Bahasa Seberang itu adalah dialeknya. Walaupun ada yang bisa Bahasa Seberang, tapi tidak bisa dialeknya, itu akan ketahuan.

Bapak sempat menyebutkan adanya bebahaso yang mirip dengan kromo dalam istilah Jawa. Apa ada pengaruh budaya Jawa terhadap penuturan Bahasa Seberang halus?

Husni: Bisa jadi, iya. Dugaan saya, iya. Misalnya, kulo itu Bahasa Jawa. Sebagian besar bahasa halus ini mirip Bahasa Jawa. Saya pengin ada kajian lebih mendalam lagi mengenai Bahasa Seberang ini, karena ini salah satu aset budaya Kota Jambi.

Saya berharap ada kepedulian pihak-pihak terkait, agar bahasa ini tidak punah.

Saat ini kan, pelestari Bahasa Seberang paling tua adalah generasi di atas saya yang usianya sudah 80-an ke atas. Kalau orang-orang ini sudah meninggal, saya khawatir perlahan-lahan akan hilang. Generasi saya ini sudah tidak seasli mereka lagi Bahasa Seberang-nya.

Jambi ini kaya bahasa, hanya saja kita yang belum serius.

Apa harapan Bapak ke depannya terkait pelestarian bahasa di Provinsi Jambi, khususnya di Jambi Seberang?

Husni: Saya berharap pemerintah daerah lebih peduli lagi dengan semua bahasa yang ada di Provinsi Jambi ini.

Nah, khusus untuk Bahasa Seberang, saya berkeinginan adanya studi ilmiah, karena yang saya lakukan ini hanya membuka jalan saja, tidak berdasarkan latar belakang keilmuan karena saya bukan ahli bahasa.

Kita lakukan studi ilmiah untuk melihat Bahasa Jambi Seberang yang sesungguhnya. Studi ilmiah inilah yang perlu dipelopori oleh pemerintah daerah. (Mareza Sutan A J)

Editor: Deddy Rachmawan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved