Breaking News:

Berita Kota Jambi

Terdakwa Kasus Pembajakan Film Keluarga Cemara Tunggu Tuntutan JPU 

Serangkaian proses persidangan telah digelar, termasuk menghadirkan saksi san ahli oleh Jaksa Penuntut Umum guna pembuktian perkara

Dedi nurdin
Aditya Fernando, terdakwa kasus pembajakan film keluarga cemara saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jambi, Kamis (28/1/2021). -- 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Aditya Fernando, terdakwa kasus dugaan tindak pidana pembajakan film "Keluarga Cemara" karya Visinema Pictures kini menunggu tuntutan Jaksa Penuntut Umum. 

Sesuai jadwal, Aditya akan menjalani sidang dengan agenda tuntutan pada Selasa (5/4/2021) besok. "Sidang dalnjutan kasus pembajakan film agendanya besok (Selasa.red) agendanya tuntutan," kata Lexy Fatharani, Kasi Penkum Kejati Jambi. 

Serangkaian proses persidangan telah digelar, termasuk menghadirkan saksi san ahli oleh Jaksa Penuntut Umum guna pembuktian perkara di hadapan majelis hakim, yang diketuai Hakim Arfan Yani. 

Sebelumnya proses persidangan dengan agenda tuntutan sempat ditunda sebanyak dua kali denga alasan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara belum siap. 

Aditya sebelumnya ditangkap oleh tim Bareskrim Mabes Polri pada September 2020 lalu. Setelah dilaporkan oleh Visinema Pictures yang merasa dirugikan. Terdakwa mebggunakan sejumlah film karya Visinema Picture tanpa izin untuk ditayangkan dalam situs Duniafilm21. 

Awalnya pihak Visinema Picture melaporkan praktek pembajakan sejumlah karyany di situs Duniafilm21 secara gratis. Ada beberapa karya termasuk film "Keluarga Cemara," yang pernah ditayangkan di sejumlah bioskop. 

Namun setelah dilakukan pengembangan tim Bareskrim Mabes Polri menangkap Aditya Fernando selaku orang yang diduga melakukan pembajakan dan pengelola situs tersebut. 

Aditya Fernando ditangkap di kawasan Te Hok, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi. Sementara satu tersangka lainnya berinisial RBP masuk dalam Daftar Pencarian Orang. 

Terdakwa dijerat dengan pasal 32 ayat (2), junto pasal 48 ayat (2) Undang-Undang nomor 11  tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik, junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Dedy Nurdin) 

Baca berita lain terkait film Keluarga Cemara

Baca juga: Pemuda Asyik Nongkrong Dibubarkan, Antisipasi Kejahatan dan Penyebaran Covid-19

Baca juga: Besok 152 Desa di Kerinci Pilkades Serentak, Masyarakat Diminta Ciptakan Pilkades Damai 

Baca juga: Svarga Bumi Village Hadirkan Promo Spesial, Perumahan Berkonsep Kayu dilengkapi Taman Dinosaurus

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved