Breaking News:

Kisruh Partai Demokrat

Kisruh Partai Demokrat Bakal Panjang, Nasdem Minta Moeldoko Mundur dari KSP, Takut Jokowi Keseret

Politisi Nasdem khawatir Presiden Joko Widodo khawatir ikut terseret kisruh Partai Demokrat.

Editor: Teguh Suprayitno
KOLASE TRIBUN JAMBI
Presiden Jokowi dan Moeldoko Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Sibolangit 

Kisruh Parati Demokrat Masih Panjang, Nasdem Minta Moeldoko Mundur dari KSP: Kita Tak Mau Presiden Terseret

TRIBUNJAMBI.COM - Politisi Nasdem khawatir Presiden Joko Widodo khawatir ikut terseret kisruh Partai Demokrat.

Nasdem menilai Moeldoko sebaiknya mundur dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) karena terlibat polemik Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Waketum Partai Nasdem Ahmad Ali menilai hal itu perlu dilakukan karena ia tidak ingin Presiden Joko Widodo (Jokowi) terseret dalam kasus internal Partai Demokrat.

"Sejak awal saya sudah menyarankan itu (Moeldoko mundur dari jabatan KSP) karena kita tidak mau presiden terseret-seret dalam polemik internal Demokrat," kata Ali kepada wartawan, Kamis (1/4/2021).

Menurut Ali, Moeldoko perlu mundur dari jabatan Kepala KSP agar bisa fokus mengurusi urusan internal Partai Demokrat.

Pasalnya, ia juga menilai polemik Partai Demokrat masih belum berakhir.

"Karena saya yakin polemik ini akan semakin berkepanjangan," ujarnya.

AHY dan Moeldoko yang kini jadi kisruh soal kursi Ketua Umum Partai Demokrat
AHY dan Moeldoko yang kini jadi kisruh soal kursi Ketua Umum Partai Demokrat (kolase/tribunjambi.com)

Sebelumnya, KLB Deli Serdang menetapkan Moeldoko menjadi Ketua Umum. KLB digelar pada 5 Maret 2021 oleh kubu yang kontra dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hasil KLB pun telah diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Teranyar, Kemenkumham menolak permohonan pengesahan kepengurusan Partai Demokrat yang diajukan kubu Moeldoko.

Menanggapi polemik keterlibatan Moeldoko dalam polemik Partai Demokrat, pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai Moeldoko sebaiknya mundur dari jabatan Kepala KSP.

Hendri Satrio menilai, jika Moeldoko tidak mundur, maka sebaiknya Presiden Jokowi melakukan reshuffle agar Moeldoko tidak menjadi beban politik bagi pemerintah.

"Harusnya, demi Indonesia, kan Pak Moeldoko sering ngomong begitu, demi Presiden, sebaiknya beliau mengundurkan diri," kata Hendri saat dihubungi Kompas.com, Rabu (31/3).

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved