Breaking News:

Berita Muarojambi

Puluhan Tahun Masyarakat Tiga Desa di Muarojambi Gunakan Pompong Sebagai Alat Transportasi

masyarakat tiga desa di Kecamatan Sekenan Kabupaten Muarojambi melakukan penyebrangan sungai Batanghari menggunakan transportasi pompong.

tribunjambi/hasbi sabirin
Masyarakat tiga desa di Kecamatan Sekenan Kabupaten Muarojambi melakukan penyebrangan sungai Batanghari menggunakan transportasi pompong. 

Puluhan Tahun Masyarakat Tiga Desa di Muarojambi Gunakan Pompong Sebagai Alat Transportasi

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hasbi Sabirin

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Jauh dari jalur alternatif, masyarakat tiga desa di Kecamatan Sekenan Kabupaten Muarojambi melakukan penyebrangan sungai Batanghari menggunakan transportasi pompong.

Pantauan di lapangan, semua aktivitas masyarakat di tiga desa Kecamatan Sekenan ini setiap hari menggunakan pompong untuk jalur transportasi nya ke pusat Kota Sengeti Kabupaten Muarojambi.

Pelabuhan penyebrangan pompong ini tepatnya berada di Desa Barembang, yang digunakan untuk penyebrangan masyarakat di Desa Kedotan, Tantan, dan Geragan.

Karena hampir semua warga di tiga desa tersebut aktivitas nya berada di Kota Sengeti, seperti pedagang, pegawai, anak sekolah hingga masyrakat bisa yang hendak ke Pasar Sengeti.

Masyarakat tiga desa di Kecamatan Sekenan Kabupaten Muarojambi melakukan penyebrangan sungai Batanghari menggunakan transportasi pompong.
Masyarakat tiga desa di Kecamatan Sekenan Kabupaten Muarojambi melakukan penyebrangan sungai Batanghari menggunakan transportasi pompong. (tribunjambi/hasbi sabirin)

Syaiful, satu di antara penumpang yang menempuh jalur transportasi pompong ini mengatakan.

Aktivitas penyebrangan menggunakan pompong terbuat dari kayu itu sudah lama dilakukan, bahkan sejak pemekaran Kabupaten Muarojambi dengan Batanghari.

Dari tiga desa tersebut memang ada jalur darat yang bisa dilewati. Namun, jarak tempuhnya cukup memakan waktu jika hendak ke Kota Sengeti yaitu lewat Sungai Duren dan Mendalo.

"Kalau lewat jalur darat, kami hendak ke Sengeti harus mutar. Jalannya lewat sungai Duren dan Mendalo, dengan adanya jalur transportasi pompong ini waktu kami bisa lebih cepat dan efisien," katanya, Selasa (30/3/2021).

Polres Tebo dan Jajaran Perketat Pengamanan Tempat Ibadah Pasca Bom Bunuh Diri di Makassar

Anggota Reskrim Polsek Telanaipura Buru Pembacok SR Siswa di Kota Jambi Hingga Kritis

MISTERI Pemakaman Pasutri Pelaku Bom Makassar, Warga Rasakan Keanehan, Kuburan Tergenang Air

Sementara, Ari yang sudah tujuh tahun bekerja sebagai sopir pompong untuk penyebrangan masyarakat bilang, selain bisa menghasilkan pendapatannya, sekaligus bisa membantu masyarakat yang berada di seberang Sungai Batanghari itu untuk melakukan aktivitas di Kota Sengeti.

"Dari pekerjaan ini, saya bisa mendapatkan uang sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta setiap hari. Ongkos yang harus dibayarkan oleh penumpang hanya Rp5.000 sekali nyebarang," kata Ari.

Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved