Breaking News:

Berita Kota Jambi

Kejari Jambi Resmi Daftarkan Memori Kasasi Atas Putusan Bebas Dua Terdakwa Kredit Fiktif 

Kejaksaan Negeri Jambi melalui Jaksa Penuntut Khusus pada bidang tindak pidana khusus Jambi, Dian Susanty secara resmi mendaftarkan kasasi

Tribun Jambi/Jaka HB
Terdakwa kasus dugaan korupsi kredit fiktif Bank Mandiri Samratulangi, Irfan Rakhmadani, mendapat vonis tiga tahun dan empat bulan penjara, Selasa (3/9). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kejaksaan Negeri Jambi melalui Jaksa Penuntut Khusus pada bidang tindak pidana khusus Jambi, Dian Susanty secara resmi mendaftarkan kasasi putusan pengadilan atas bebasnya dua terdakwa tindak pidana korupsi kredit fiktif. 

Kepala Kejaksaan Negeri Jambi, Fajar Rudi Manurung melalui Kasi Intel Kejari Jambi Rusydi Sastrawan mengatakan untuk memori kasasi secara resmi telah diserahkan melalui Pengadilan Negeri Jambi pada Senin (29/3/2021) kemarin. 

Untuk berkas memori kasasi berkenaan dengan putusan Pengadilan Negeri Jambi terhadap terdakwa Nana Suryana selaku kepala Cabang pihak Bank pemberi pinjaman dan terdakwa Haris Fadilah yang saat proses kredit disuga fiktif berlangsung sebagai Tenaga Ahli Daya (TAD) pihaj bank pemberi pinjaman. 

"Kasasi dalam perkara Tindak Pidana Korupsi pada layanan fasilitas Kredit Serbaguna Mikro (KSM) tahun 2013 dan 2014 pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. KCP Samratulangi Jambi, terhadap pengajuan permohonan kredit sebanyak 21 nasabah dengan menggunakan dokumen dengan data fiktif," kata Rusydi Sastrawan, Kasi Intel Kejari Jambi melakui rilisnya. 

Rusydi mengatakan kedua terdakwa tersebut melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Primair Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18  UU RI Nomor 31 Tahun 1999  sebagaimana telah diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. 

Junto pasal 55 ayat (1) KUHP dan Subsidair pasal  3,  junto pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999  sebagaimana telah diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Junto pasal 55 ayat (1) KUHP.

Dalam kasus tersebut menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 3.482.645.853,31. "kerugian ini sesuai dengan laporan hasil audit kerugian keuangan negara oleh Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jambi," kata Rusydi. 

Pada putusan Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jambi sebelumnya memutus terdakwa Nana Suryana dan terdakwa Haris Fadillah terbukti melakukan perbuatan yang di dakwakan kepadanya sebagaimana dakwaan primair dan subsidair. 

Namun menurut Pengadilan Negeri Tipikor Jambi menyatakan perbuatan tersebut bukanlah merupakan suatu tindak pidana. Sehingga, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jambi Melepaskan Terdakwa Nana Suryana dan Haris Fadilah dari segala tuntutan hukum sebagaimana di dakwakan dalam dakwaan primair dan subsidair (onslag van alle rechtvervolging). 

Serta memerintahkan terdakwa  segera dibebaskan dari tahanan. Memulihkan hak-hak Terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya dalam keadaan seperti semula. 

Halaman
12
Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved