Breaking News:

Harga TBS Sawit Lagi Naik Tapi Justru Turun di Kecamatan Sadu Tanjabtim

Harga komoditi tandan buah segar (TBS) sawit di Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), mengalami penurunan.

KCM/Berry Subhan Putra
Ilustrasi. Tandan buah segar kelapa sawit. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Harga komoditi tandan buah segar (TBS) sawit di Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), mengalami penurunan.

Bustam, satu di antara petani sawit di Desa Sungai Jambat, Kecamatan Sadu mengatakan petani telah mendapatkan kabar melalui berita tentang kenaikan harga TBS sawit.

Hanya saja, petani menyayangkan kenaikan tersebut tidak sampai di daerah.

“Yang ada malah munurun terus sekarang. Kemarin paling tinggi harganya Rp 1.300 per kilogram. Sekarang turun hanya Rp 1.100 per kilogram di tingkat petani,” ujarnya saat diwawancarai via ponsel, Kamis (30/3/2021).

Sedangkan kabupaten atau daerah lainnya, lanjutnya, bisa mencapai harga Rp 1.700-1.800 per kilogram di pabrik. Sedangkan untuk harga di tauke hanya 1.475 saja.

“Di Batanghari saja misalnya, bisa mencapai Rp 1.725 per kilogram,” sebutnya.

Ketika disinggung faktor dan penyebabnya, para petani tidak tahu pasti.

Hanya saja, alasan klasik yang selalu disampaikan kalau buah sawit hasil dari Tanjabtim tidak memiliki kualitas yang bagus. Itu yang mengakibatkan harga anjlok di pasaran.

“Ada juga katanya karena faktor usia sawit yang belum maksimal dipanen sudah dipanen. Tapi di Tanjabtim juga banyak usia sawit yang sudah puluhan tahun dengan tinggi 7-8 meter hasil jual buahnya juga sama tidak jauh beda,” jelasnya.

Para petani berharap, permasalahan ini agar segera mendapatkan solusi dari pihak pemerintah.

Sehingga ke depan jika terjadi kenaikan harga TBS sawit para petani Tanjabtim tidak hanya sekedar mendapat info dan jadi penonton saja.

Harga di Kecamatan Sadu berbeda jauh dengan di Kecamatan Muara Sabak, walau masih sama-sama di Kabupaten Tanjabtim.

Diungkapkan Tadang, petani sawit di Muara Sabak, harga jual di tingkat petani sudah mencapai Rp 1.900 per kilogram. 

Selama Maret ini mereka selalu menikmati peningkatan harga.  

(Tribun Jambi/MG/Dheanisya Putri A)

Penulis: tribunjambi
Editor: Suang Sitanggang
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved