Breaking News:

Tokoh Inspiratif

Kisah Dr. dr. H. Maulana, MKM, Sempat Terancam Putus Sekolah Kini Dapat Fasilitasi Pendidikan

Kisah tersebut merupakan penggalan dari kisah hidupnya yang bermanfaat bagi orang lain. 

Rara khushshoh
Wawako Maulana 

Warga masyarakat itu tidak praktek di sini karena sudah banyak pasiennya di situ sehingga ia disiapkan tempat di Arab Melayu di dekat jembatan di situlah praktek Maulana.

"Selama di seberang 3 tahun, akhirnya alhamdulillah saya jadi dokter di sana. Karena di seberang itu kan zaman dahulu satu-satunya jembatan lewat Aurduri 1, jadi kalau ada bayi tengah malam kejang, orang melahirkan, di situ kan datang di jemput pakai motor," tuturnya.

Pada saat itu ia memang masih muda, sehingga masih 24 jam bisa melayani. Lalu ia dianugrahi dokter teladan oleh Pemerintah Kota Jambi.

Waktu itu Wali Kota Jambi yang menjabat yaitu Arifin. Ia diberi hadiah haji tim kesehatan haji daerah.

Kata orang, ia banyak memiliki uang sampai dapat naik haji. Tetapi ia bilang, itu m rupakan haji biaya dinas (Habisidin).

"Biayai negara malah dikasih duit lagi sama pak walinya. Saya senang merasa bahwa jerih payah saya diapresiasiz karena memang setelah saya keluar dari situ rasanya lama nggak ada lagi dokter yang mau tinggal di situ," katanya.

Banyak pengalaman-pengalaman, termasuk tahun 2003, itu banjir besar rumahnya tenggelam, sehingga Puskesmas pindah ke kantor camat. 

Jadi setelah ia sekolah lulus di tahun 2005, ia sudah punya anak satu yang berusia 8 bulan. Kemudian setelah lulus, pindah ke Jambi praktek.

Istrinya juga praktik di Puskesmas, di apotek Nursyifa, di Asia Medika, dan RS DKT.

Ia dengan istri berpikir, waktu itu bagaimana saya bisa buka lapangan kerja. Karena itu amanah orang tuanya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved