Breaking News:

Campus Blitz

Sosok Investor Jambi dari Kaum Milenial Indah Nur Amalia Mahasiswi Semester Akhir UIN STS Jambi

Pertumbuhan investor di Provinsi Jambi pada awal tahun ini menunjukkan grafik yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pertumbuhan investor di Provinsi Jambi pada awal tahun ini menunjukkan grafik yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan investor didominasi oleh kaum milenial yaitu pelajar dan mahasiswa dengan rentan usia 18 sampai 25 tahun.

Sebaran investor per Februari 2021 di Provinsi Jambi berdasarkan umur masih didominasi kaum milenial. Secara rinci, kata Fasha, usia 18-25 tahun 9.769 investor (46%), usia 26-30 tahun 4.023 investor (19%), usia 31-40 tahun 4.186 investor (20%), dan usia 41-100 tahun 3.046 investor (15%).

Investor Jambi kaum milenial, Indah Nur Amalia Mahasiswi semester akhir UIN STS Jambi mengatakan, awal berinvestasi karena mengikuti mata kuliah investasi dan pasar modal, kemudian tertarik untuk berinvestasi.

“Kebetulan di kampus juga ada galeri investasi syariah, jadi saya belajar sama senior-senior di galeri kampus,” ujarnya melalui WhatsApp, Sabtu (27/03/2021).

Mahasiswi jurusan Manajemen Keuangan Syariah ini menyampaikan saat ini untuk berinvestasi sangat dengan handphone melalui aplikasi.

“Cara investasinya lngsung bisa transaksi by aplikasi. Tinggal pilih perusahaan dan la ngsung order,” ungkapnya.

“Saat ini saya sedang investasi saham, dengan modal awal Rp 100 ribu dengan hasil sisihan uang jajannya,” tambahnya.

Peoses investasi saham, pertama ikut edukasi jadi tau keuntungan dan resikonya dulu.

Kedua sekolah pasar modal, setelah itu buat rekening saham. Setelah rekening saham selesai proses. Lalu analisis perusahaan yang akan kita investasi, barulah transaksi menggunakan handphone.

“Jadi kita harus benar-benar analisis perusahaan bagus, kinerja oke dan resiko kedepannya,” ujarnya.

Perusahaan tempat Indah berinvestasi disebut broker atau sekuritas. Dan kebetulan dia memilih fac sekuritas karena perusahaan tersebut bekerjasama dengan kampusnya.

“Karna saya baru mulai investasi jadi keuntungannya masih sedikit,” pungkasnya. (Tribunjambi/Vira Ramadhani)

Penulis: Vira Ramadhani
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved