Breaking News:

Berita Nasional

SERANGAN Demokrat Kubu Moeldoko Kali Ini Disebut Berbahaya, Kini Menyasar Ibas Mengenai Hambalang

Terbaru, kubu Kongres Luar Biasa atau KLB Deli Serdang telah melontarkan serangan yang mengarah ke Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
KOLASE TRIBUN JAMBI
Ibas Yodhoyono, Agus Yodhoyono, dan Moeldoko Foto: Kompas dan Tribunnnews 

"Jangan ada keraguan dalam mengusut kembali kasus ini jika dirasa memang diperlukan. Jangan tebang-pilih," ujar Herzaky.

Herzaky pun meminta agar kubu kontra-AHY untuk tidak membuat narasi-narasi kosong.

Terlebih soal menebar kebohongan dan fitnah, yang disebutnya bak tong kosong nyaring bunyinya.

Baca juga: Program Peremajaan Sawit Masuk ke Tanjabtimur, Anggota DPRD Provinsi Apif Imbau Petani Manfaatkan

Baca juga: Pascakerusuhan Antar Pemuda di Batanghari Perangkat Desa Bertemu Yakin Tak Ada Aksi Lanjutan

Baca juga: RAMALAN SHIO Minggu 28 Maret 2021, Ular Manfaatkan hari Esok, Simak Peruntungan 11 Shio Lainnya

"Jangan seperti yang dikatakan pepatah lama, tong kosong nyaring bunyinya. Bunyinya saja besar, tapi tak ada isinya."

"Bunyinya saja besar, tetapi tak ada isinya.

Berhenti mencari sensasi yang tidak penting dan hanya melempar kegaduhan di masyarakat," ungkapnya.

Sasar Ibas

Partai Demokrat versi kongres luar biasa (KLB) di Sibolangit menggelar konferensi pers di Bukit Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/3/2021).

Max Sopacua, yang menjadi salah satu inisiator KLB Partai Demokrat, mengatakan acara ini sengaja digelar di Hambalang, untuk mengingatkan kembali sejarah kelam Partai Demokrat.

“Kita tidak boleh melupakan sejarah."

"Kami kembali ke Hambalang karena proyek ini yang merontokkan elektabilitas Partai Demokrat,” ujar Max di Hambalang, Kamis (35/3/2021).

Menurut dia, Hambalang adalah bagian integral yang membuat Demokrat turun ke bawah.

“Megakorupsi ini membuat elektabilitas Partai Demokrat hancur."

"Karena itu, kami ingin menyelamatkan partai ini sebelum benar-benar tenggelam,” ungkapnya.

Meskipun kasus ini sudah ditangani secara hukum, ia pun menilai masih ada yang belum tersentuh hukum dalam kasus ini.

“Andi Malarangeng sudah masuk penjara karena dia menteri olahraga waktu itu."

"Nazarudin, Anas Urbaningrum, dan Angelina Sondakh juga sudah menjalani hukuman."

"Itu teman-teman kami di Partai Demokrat,” lanjut Max.

Baca juga: Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih Ramadhan 1442 H di Rumah Dengan Bacaan Doa Kamilin dan Doa Witir

Baca juga: Nikahi Siri Siswi SMA hingga Bercinta di Malam Pertama, Pemuda Ini Ditolak Mentah-mentah Ibu Korban

Baca juga: Lucinta Luna Blak-blakan Soal Perlakuan Terpidana Lainnya Padanya saat Ia Dipenjara: Aku Nangis

Namun, Max mempertanyakan ada pihak-pihak yang menikmati hasil dari Hambalang yang tidak tersentuh hukum sampai hari ini.

“Ibas kan disebut juga oleh saksi-saksi, termasuk Yulianis, tetapi hingga kini tidak tersentuh hukum,” sambungnya.

“Kami mendorong KPK untuk menindaklanjuti keterangan saksi-saksi seperti Nazarudin dan Yulianus,” paparnya.

Dengan latar belakang ini, maka Partai Demokrat versi KLB Sibolangit menggelar konferensi pers di Hambalang.

“Kami ingin agar tempat ini menjadi starting point, bukan untuk korupsi, tetapi untuk maju ke depan membela negara,” ujar Max.

Partai Demokrat yang pimpinan oleh Moeldoko ingin membangun kembali citra partai dari Hambalang.

“Kami ingin mulai dari sini sekarang menuju 2024,” tegasnya.

(*)

Berita lainnya terkait konflik dua Kubu partai Demokrat

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

SUMBER: TRIBUN KALTIM

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved