Breaking News:

Berita Nasional

SERANGAN Demokrat Kubu Moeldoko Kali Ini Disebut Berbahaya, Kini Menyasar Ibas Mengenai Hambalang

Terbaru, kubu Kongres Luar Biasa atau KLB Deli Serdang telah melontarkan serangan yang mengarah ke Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
KOLASE TRIBUN JAMBI
Ibas Yodhoyono, Agus Yodhoyono, dan Moeldoko Foto: Kompas dan Tribunnnews 

Respon Kubu AHY

Diketahui, Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, turut menanggapi pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Max Sopacua, yang menuding Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), belum tersentuh dalam kasus korupsi proyek Hambalang.

Menanggapi tudingan pedas itu, Herzaky mengaku sangat heran karena pihak kontra-AHY hanya menyebar fitnah dan tidak menyampaikan bukti konkrit.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengadakan pertemuan dengan pimpinan DPD Partai Demokrat se-Indonesia di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Minggu (7/3/2021).
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengadakan pertemuan dengan pimpinan DPD Partai Demokrat se-Indonesia di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Minggu (7/3/2021). (Tribunnews/Jeprima)

Herzaky pun sampai menantang agar mereka membawa tudingannya ini ke pengadilan jika memang memiliki bukti sesungguhnya.

"Gerombolan pelaku GPK-PD dan KLB ilegal, kalau memang punya bukti baru yang bisa membantu pengungkapan kasus ini kembali, segera bawa dan serahkan kepada penegak hukum terkait."

"Jika memang tidak punya bukti apa-apa, jangan sibuk menebar fitnah dan hoaks," ujar Herzaky, dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Jumat (26/3/2021).

"Sebaiknya diam saja, daripada mengotori ruang publik dengan kata-kata yang tak bermanfaat," lanjutnya.

Herzaky juga menyampaikan, Demokrat memiliki sikap tegas soal kasus Hambalang.

Mereka pun mengaku terbuka dan mempersilahkan jika penegak hukum mau kembali membuka kasus tersebut.

"Silahkan jika para penegak hukum ingin membuka kasus ini kembali. Jadikan prosesnya tetap terang-benderang seperti di era Bapak SBY."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved