Breaking News:

Lawan Covid 19

Penggunaan Vaksin Tak Boleh Beda, Dikhawatirkan Pendorong Imum Tidak Didapat

Merek Vaksin Covid-19 sudah lebih dari satu, ini penjelasan Dinkes Tanjabtim yang perlu dipahami masyarakat, Minggu (21/3)

Tribunjambi/Abdullah Usman
Kepala Dinas Kesehatan Tanjabtim, Ernawati. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Merek Vaksin Covid-19 sudah lebih dari satu, ini penjelasan Dinkes Tanjabtim yang perlu dipahami masyarakat, Minggu (21/3).

Pemerintah Indonesia sudah menetapkan ada empat merek vaksin Covid-19 yang digunakan untuk menangani pandemi Covid-19. Seperti Sinovac, Astra Zeneca, Moderna, Pfizer, dan Novavax.

Beberapa merek vaksin tersebut sudah dipesan Kementerian Kesehatan RI. Hanya saja penggunaan vaksin tidak boleh berbeda merek antara dosis satu dan dua.

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Tanjabtim, Ernawati mengatakan vaksinasi Covid-19 wajib dilakukan dua kali kepada setiap orang, jarak antara penyuntikan pertama dengan kedua untuk yang belum masuk kategori lanjut usia adalah 14 hari.

Sedangkan untuk lansia 28 hari, saat ini yang digunakan di Indonesia yakni vaksin buatan perusahaan Tiongkok merek Sinovac.

"Sebaiknya vaksinasi dosis pertama dan kedua dilakukan dengan menggunakan merek vaksin yang sama. Sebab tujuan vaksin

kedua merupakan booster imun, jika vaksin kedua menggunakan bahan dasar yang berbeda, maka dikhawatirkan fungsi pendorong imun tubuh tak bisa didapatkan," jelas Erna

Lanjutnya, selain itu penggunaan beda merek dengan bahan dasar yang berbeda akan membuat antibodi tidak terbentuk optimal.

"Meski jenis vaksin yang lainnya belum tiba di Provinsi Jambi, masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur diharapkan untuk bisa membantu mensukseskan program vaksinasi ini," pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved