Berita Tebo

Pelecehan Seksual Terhadap Anak Kerap Terjadi, Bupati Sukandar Minta Pelaku Dihukum Berat

Menyikapi hal tersebut, Bupati Tebo Sukandar meminta, jika terjadi kasus tersebut di Tebo agar pelaku dihukum seberat-beratnya untuk menimbulkan efek

Penulis: HR Hendro Sandi | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Hendro Sandi
Sosialisasi pencegahan perkawinan anak, di aula Melati, Kantor Bupati Tebo (24/3/2021). 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Kasus pelecehan seksual terhadap anak, masih menjadi kasus yang paling menakutkan dan terbilang tinggi hingga saat ini.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Tebo Sukandar meminta, jika terjadi kasus tersebut di Tebo agar pelaku dihukum seberat-beratnya untuk menimbulkan efek jera.

"Sekali lagi kalau ada kejahat itu, tolong dihukum seberat-beratnya supaya asa efek jera terhadap pelaku ini," kata Sukandar, saat menghadiri sosialisasi pencegahan perkawinan anak, di aula Melati, Kantor Bupati Tebo (24/3/2021).

Baca juga: Istri Bayar ABG Buat Layani Suami Berhubungan Badan Bertiga Hingga Ketagihan Lakukan Berulangkali

Baca juga: Aksi Pedangdut Wika Salim Naik Motor Mini, Kacamata Hitam, Celana Pendek

Baca juga: Bu Kades Digrebek Warga di Dalam Kamar dengan Bawahannya, Pasangan Selingkuhnnya Akui Salah Paham,

Menurut Sukandar, masa depan anak sangat la penting karena akan menjadi generasi penerus bangsa.

"Apalagi korban pelecehan itu masa depannya menjadi gelap, suram, dan tidak percaya diri," ujarnya.

Salah satu kasus yang paling mencolok adalah pimpinan pondok pesantren di Tebo berinisial KH (52) diamankan Satreskrim Porles Tebo, pada 2020 lalu. Dia diduga melakukan pelecehan seksual terhadap enam santriwatinya.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved