Breaking News:

Berita Kota Jambi

Maulana Bilang Ada Faktor KIPI Usai Vaksin Covid-19, Ini Upaya Yang Dilakukan Pemerintah

Ada orang yang alami gejala pasca vaksinasi Covid-19 karena beragam penyebab.

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rahimin
tribunjambi/Rara Khushshoh Azzahro
Masyarakat Kota Jambi saat divaksin Covid-19. Maulana Bilang Ada Faktor KIPI Usai Vaksin Covid-19, Ini Upaya Yang Dilakukan Pemerintah 

Maulana Bilang Ada Faktor KIPI Usai Vaksin Covid-19, Ini Upaya Yang Dilakukan Pemerintah

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Ada orang yang alami gejala pasca vaksinasi Covid-19 karena beragam penyebab.

Pemerintah Kota Jambi upayakan hal ini untuk penanganan kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI).

Wakil Wali Kota Jambi Maulana bilang, ada banyak faktor. Termasuk kecemasan yang menjadi satu di antara faktor seseorang mengalami terjadinya reaksi suntik.

Tetapi biasanya, kalau ada faktor kecemasan, tidak ada gejala lanjutan yang harus dirawat lebih lanjut.

Minat Masyarakat Bungo Pergi Umrah Tinggi Travel Takut Ngambil Uang Pendaftaran, Ini penyebabnya

Partai Demokrat Versi KLB Diberi Waktu Pemerintah 7 Hari untuk Lengkapi Berkas

Baca juga: 3 Rumah Sakit di Kota Jambi Jadi Rujukan Penerima Vaksin Covid-19 Yang Alami Kejadian Usai Vaksin

Kemudian terkait teknis pelaksanaan vaksinator, termasuk resiko terjadinya infeksi. Itu akibat kurang steril atau kontaminasi bakteri, dan lain sebagainya.

Dikatakannya, pihak RSUD Abdul Manap, RS Bhayangkara, RS Bratanata, khusus untuk gejala KIPI tidak perlu mengikuti jalur rujukan standar.

"Kasus demikian (KIPI), dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Kota Jambi, karena ini tanggung jawab negara," jelasnya, belakangan ini.

Selain itu, jika ada yang terkena KIPI darurat, tidak boleh ada prosedur yang berlaku umum. "Jadi rujukannya harus ditulis, kemungkinan KIPI," ujarnya.

Selain itu,Maulana, faskes tidak boleh mengabaikan resiko sekecil apapun terkait KIPI. Sehingga di tempat penyuntikan vaksin Covid-19 tersebut siap-siap menyediakan obat-obatan.

"Kadang-kadang kita menganggap ini sesuatu yang biasa sehingga tidak disiapkan. Padahal problemnya, kadang-kadang yang menjadi heboh itu adalah hiperreaktif dari resikonya," katanya.

Tetapi, karena salah penanganan shock karena reaktifnya, kemudian menjadi sesuatu yang disalahkan vaksinnya.  (TribunJambi/Rara Khushshoh Azzahro)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved