Breaking News:

Berita Kota Jambi

3 Rumah Sakit di Kota Jambi Jadi Rujukan Penerima Vaksin Covid-19 Yang Alami Kejadian Usai Vaksin

Jika penerima Vaksin Covid-19 di Kota Jambi mengalami kejadian usai divaksinasi, bisa mendatangi 3 rumah sakit di Kota Jambi.

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rahimin
Tribunjambi/Rohmayana
RSUD Abdul Manap Kota Jambi. 3 Rumah Sakit di Kota Jambi Jadi Rujukan Penerima Vaksin Covid-19 Yang Alami Kejadian Usai Vaksin 

3 Rumah Sakit di Kota Jambi Jadi Rujukan Penerima Vaksin Covid-19 Yang Mengalami Kejadian Usai Vaksin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jika penerima Vaksin Covid-19 di Kota Jambi mengalami kejadian usai divaksinasi, bisa mendatangi 3 rumah sakit di Kota Jambi.

Selain puskemas, ada tiga rumah sakit rujukan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) di Kota Jambi.

Penerima vaksin Covid-19 dapat menerima perawatan ke rumah sakit tersebut.

Wakil Wali Kota Jambi Maulana bilang, jika ada masyarakat yang mengalami KIPI setelah terima vaksin Covid-19 segera laporkan ke pelayanan kesehatan.

15 Orang Meninggal Dunia Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Batanghari, Kerugian Materil Ratusan Juta

SIAPA Kevin Nugroho Pemegang Saham Tertinggi Kedua Persis Solo Setelah Kaesang Pangarep

Kadinkes Tebo Ingatkan Tetap Terapkan Prokes Meski Sudah Dua Kali Vaksin Covid-19, Ini Alasannya

"Kemudian ada rumah sakit yang ditunjuk sebagai RS rujukan KIPI. Pertama RSUD Abdul Manap, RS Bhayangkara, dan RS Bratanata," katanya baru-baru ini.

Dikatakannya, ketiga rumah sakit tersebut sudah dipersiapkan Pemerintah Kota Jambi yang telah momunikasikan pada para direktur.

Sehingga ada ruangan khusus yang disediakan untuk penanganan KIPI. 

Kata Maulana, ada beberapa dokter rujukan KIPI yang ditunjuk untuk menangani itu.

"Ada dokter Sabar, dokter No, dan beberapa dokter lain yang menangani," ucapnya.

"Setiap kasus penanganan KIPI harus terlaporkan secara daring. Sehingga teridentifikasi penyebab muncul KIPI-nya ini karena apa sih," sambungnya.

"Apakah karena alergi terhadap bahan-bahan obatnya. Atau ada penyakit lain yang menyebabkan hyper reaksi dari obat yang kita suntikan atau bahan-bahan vaksin itu," lanjut Maulana.

Baca juga: Menkominfo Ingatkan Warga Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 di Medsos, Ini Bahayanya

Baca juga: Istri Polisi Kepergok Tidur Dengan Selingkuhan di Villa Jadi Tersangka, Barang Bukti Kondom Bekas

Kalau ada kejadian, sudah dilakukan screening bahkan kondisinya normal. Kemudian pada saat penyuntikan tetap ada sesak nafas, kemungkinan ada gejala ke arah takut ataupun shock.

"Artinya ada respon alergi berlebihan terhadap vaksin," pungkasnya.(TribunJambi/Rara Khushshoh Azzahro)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved