Breaking News:

Perawat Suku Anak Dalam dari KKI Warsi Jambi Berharap Dinas Kesehatan Lebih Peduli

Rusli Efendi, Perawat KKI Warsi yang menjadi satu di antara pelayan kesehatan berujar berharap dinas kesehatan tingkat kabupaten hingga provinsi lebih

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
tribunjambi/rara khushshoh
Rusli Efendi Seorang Perawat Jambi Ditelepon Suku Anak Dalam yang Minta Diobati 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - KKI Warsi Jambi melakukan pelayanan kesehatan untuk Suku Anak Dalam (SAD).

Rusli Efendi, Perawat KKI Warsi yang menjadi satu di antara pelayan kesehatan berujar berharap dinas kesehatan tingkat kabupaten hingga provinsi lebih peduli hal ini.

Ternyata, Rusli berkata, tidak semua daerah di Provinsi Jambi menyambut baik kedatangannya untuk SAD.

Baca juga: Vaksinasi Wartawan di Kota Jambi Termin Dua Digelar

Baca juga: Polda Jambi Lakukan Revitalisasi Sekat Kanal, Cegah Kebakaran Ratusan Ribu Hektare Lahan Gambut

Baca juga: Upaya Penghijauan, Unsur Forkopimda Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Pesisir Timur Tanjabbar

Sebagai pelayan kesehatan SAD, perawat, dan bidan, terkadang juga mengajak Puskesmas serta Dinas Kesehatan kabupaten maupun provinsi untuk terjun kelapangan.

"Untuk memberikan ya penyuluhan. Kan banyak program dari pemerintah. Pemerintah kan punya sumber dana yang lebih besar, kalau kita sekedar sifatnya hanya mengajak saja," ungkap dia, Kamis (18/3/2021).

Beberapa waktu lalu ada kegiatan bersama, ada juga program dari provinsi turun ke rimba, misalnya setahun dua kali.

Program Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan Terluar (DTPK) yaitu layanan kesehatan bergerak.

Karena orang rimba ini aksesnya jauh dari fasilitas umum, maka masuk dalam program tersebut.

"itu kalau untuk provinsi. Kalau untuk kabupaten, mereka ada anggaran khusus untuk ke sana," katanya.

Menurutnya, yang lebih penting lagi yaitu pelayanan dari Puskesmas. Tetapi, ada dari Puskesmas justru yang belum mengetahui.

"Oh di tempat saya ini ternyata ada orang rimbanya," kata Rusli menirukan satu diantara Puskesmas yang berdekatan dengan pemukiman SAD.

Bahkan, ada SAD yang tidak menjadi sasaran pelayanan kesehatan di Puskesmas.

Jadi pelayanan kesehatan KKI Warsi mau mengajak Puskesmas setempat ke SAD itu, tetapi berdalih belum menjadi sasaran program Puskesmas tersebut.

"Jadi Puskesmas tersebut tidak bisa memberikan pelayanan pengobatan di daerah SAD tersebut," begitu kata dia.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved