Breaking News:

Tribun Wiki

Bangunan Kolonial Belanda di Muara Tembesi Hampir Amblas ke Sungai, Ini Kata Akademisi

Bangunan masa kolonial Belanda dibangun dengan berbagai jenis dan bentuk terkait dengan fungsi dari masing-masing bangunan itu sendiri.

Tribunjambi/Musa
Kondisi bangunan Kolonial Belanda di Muara Tembesi. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Muara Tembesi sejatinya memiliki banyak bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda. Namun sayang, banyak yang tak terjaga dan terawat. Bahkan ada bangunan yang hampir amblas ke Sungai.

Bangunan masa kolonial Belanda dibangun dengan berbagai jenis dan bentuk terkait dengan fungsi dari masing-masing bangunan itu sendiri.

Di Muara Tembesi peninggalan ini akrab disebut masyarakat dengan nama 'Benteng Tembesi', karena dahulu pernah ada pusat pemerintahan bangsa Belanda di Kabupaten Batanghari.

Baca juga: Penjelasan Dokter yang Memeriksa Aprilio Perkasa Manganang, Tak Punya Rahim hingga Kondisi Kelamin

Baca juga: Download Lagu DJ Remix Full Bass Nonstop 2021, Ada Kumpulan Video Spesial DJ Breakbeat dan DJ Tiktok

Baca juga: Nonton Vincenzo Sub Indo Episode 9: Cha Young dalam Bahaya

Benteng Tembesi terdiri dari lebih kurang enam bangunan. Seluruh bangunan itu dibangun Belanda untuk kepentingan perdagangan.

Bangunan itu berupa rumah sebagai tempat tinggal orang-orang Belanda, penjara kolonial Belanda, gedung bioskop mawar, sumur diduga tempat mengubur para tentara pejuang, gudang persenjataan dan bangunan pendukung lainnya seperti rumah eks wedanan, penjara dan lapangan militer.

Informasi tentang bangunan-bangunan tersebut bahkan sulit didapatkan.

Bangunan Kolonial Belanda di Muara Tembesi 1
Bangunan Kolonial Belanda di Muara Tembesi 1 (Tribunjambi/Musa)

Sesuai informasi yang dihimpun TribunjJambi.com bahwa bangunan di kawasan ini diperkirakan berdiri sejak 1901.

Pantauan Tribun Jambi di lokasi, ada bangunan bekas kantor dagang (Loji) di kawasan Kelurahan Pasar Muara Tembesi dalam kondisi terbengkalai. Beberapa sudut bagian bangunan ditumbuhi tumbuhan liar. Bagian atap yang sudah rusak dan hilang, tembok dinding yang makin dimakan usia. Ada pula bagian yang runtuh akibat abrasi di tebing sungai.

Kawasan ini memang terletak di pinggiran DAS Batanghari yang menghubungkan antar wilayah hulu dan hilir. Tebing sungai yang seharusnya menopang bangunan itu, saat ini makin runtuh dan mengancam keberadaan bangunan tersebut. Sebab, belum ada dinding untuk menopang tebing sungai.

Pendiri Komunitas Batanghari Heritage, Okta Dwi Saputri mengatakan bahwa dirinya prihatin dengan kondisi peninggalan kolonial di Kelurahan Pasar Muara Tembesi.

Halaman
1234
Penulis: A Musawira
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved