Breaking News:

Korban Pencabulan 9 Orang di Betara, Perlu Penanganan Tepat

Sebanyak sembilan orang warga di sebuah desa Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat ditangkap Polres Tanjabbar,

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Deddy Rachmawan
ist
Ilustrasi pencabulan (Tribun Lampung/Dody Kurniawan) 

TRIBUNJAMBI.COM -  Sebanyak sembilan orang warga di sebuah desa Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat ditangkap Polres Tanjabbar, Selasa (16/3) karena melakukan perbuatan cabul terhadap seorang anak perempuan di bawah umur.

Seperti diberitakan, seorang anak berusia 14 tahun menjadi korban pencabulan oleh 9 orang.

Menurut Nova Rinci Astuti, M.Psi, Cht, Ci, seorang psikolog di Kota Jambi, sampak psikologis terkait pelecehan seksual ini berbeda-beda bagi setiap individu.

Ia memberikan komentarnya saat dimintai pendapatnya oleh Tribun Jambi, Rabu.

“Memang lebih banyak pendekatan atau assesment psikologis untuk memahami seberapa besar dampak psikologis yang dirasakan. Jika tidak segera ditangani, ini bisa memberikan dampak-dampak psikologis berat, seperti depresi, ansietas, atau pun hal-hal yang dapat membahayakan dirinya sendiri,” ulasnya.

Kata dia pentingnya assesment atau pemeriksaan psikologis bagi korban pascapelecehan seksual ini penting untuk memahami terapi (khususnya psikoterapi) yang tepat untuk menangani  traumanya, karena respons atau dampak psikologis setiap orang ini berbeda-beda.

“Maka perlu kajian atau pemeriksaan psikologis untuk mengetahui seberapa berdampak trauma ini ke dalam diri anak ini sebagai korban. Setelah kita pahami, setelah pemeriksaan psikologis, barulah bisa menemukan intervensi yang tepat yang sesuai dengan dampak psikologis yang dihadapi korban.

Banyak hal yang bisa dilakukan. Yang paling utama adalah dukungan dari keluarga terdekat. Support keluarga tidak hanya sekadar fisik (hadir saja), tetapi secara emosional ini sangat memengaruhi dan memberi dampak positif bagi pemulihan trauma korban pelecehan seksual,” paparnya.

Baca Berita Jambi lainnya

klik:

Baca juga: Kisah Suami Tak Tahan dengan Istri yang Suka Mengatur, Hingga Tak Boleh Buka dan Kunci Pintu

Baca juga: Rio Dusun Air Gemuruh, Kabupaten Bungo Akui Gunakan APBDusun untuk Pribadi

Baca juga: Harga Mobil Bekas Toyota Vios Mulai Rp 40 Jutaan

Baca juga: Nama Baru Aprilia Manganang Pemberian Istri KSAD, Nama Dari Bahasa Jawa yang Penuh Makna

Dukungan keluarga dilakukan untuk membuat anak merasa lebih aman dan nyaman.

Support ini diharapkan dapat membuat kondisi anak jauh lebih bisa menerima dan dukungan secara emosional berdampak bagi penyembuhan psikologis anak korban pelecehan seksual ini.

Di samping itu, banyak sekali teknik, bisa CBT (cognitive behavioral therapy), atau bisa juga dengan self acceptance (penerimaan diri), atau bisa juga dengan teknik menenangkan diri, bisa relaksasi dan lain-lain.

Alangkah baiknya, ketika ada gangguan-gangguan berlebihan yang dilihat dan dirasakan dari lingkungan sosial terhadap korban, sebaiknya datang dan konsultasi ke tanaga profesional, seperti psikolog dan psikiater, agar penanganannya benar dan tepat.(are)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved