Breaking News:

Berita Kerinci

Terdakwa Terpapar Covid Hingga Sidang Kasus Korupsi Kades Koto Dua Kabupaten Kerinci Ditunda  

Radius Prawira, terdakwa kasus Korupsi penggunaan APBDes Desa Koto Dua Baru Kecamatan Air Hangat Barat Kabupaten Kerinci akan kembali menjalani

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Nani Rachmaini
Dedy Nurdin
Ilustrasi. Sidang, di foto adalah sidang kasus korupsi di PN Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Radius Prawira, terdakwa kasus Korupsi penggunaan APBDes Desa Koto Dua Baru Kecamatan Air Hangat Barat Kabupaten Kerinci akan kembali menjalani persidangan

Berdasarkan jadwal persidangan, Radius akan menjalani sidang pada Jumat (19/3/2021). Setelah proses persidangan sempat ditunda beberapa kali dikarenakan terdakwa terpapar Covid 19 saat menjalani masa penahanan. 

Akibatnya proses persidangan yang sudah sempat berlangsung sebanyak tiga kali terpaksa ditunda. Kabar terpaparnya Covid 19 Radius Prawira ini dibenarkan oleh Kasi Penkum Kejati Jambi. 

Lexy Fatharani mengatakan, proses persidangan sempat ditunda karena terdakwa harus menjalani proses pemulihan. Namun hasil pemeriksaan Swab terhadap terdakwa sudah dinyatakan Negatif. 

Sehingga proses persidangan akan kembali dilaksanakan secara virtual. Saat ini terdakwa sendiri masih menjalani masa pemulihan pasca terpapar Covid 19. 

"info per hari ini Rabu (17/3/2021) Terdakwa Radius sudah Negatif, hari jumat sidang lanjutannya akan dilaksanakan kembali. Dengan agenda pemeriksaan Ahli fisik & PKN," kata Lexy. 

Ia juga berharap agar tak ada kendala kembali sehingga proses persidangan tetap bisa berjalan. Proses persidangan terdakwa akan dilaksanakan secara virtual pada Jumat pagi. "Semoga tidak ada kendala lagi," katanya. 

Radius Prawira merupakan Kepala Desa Koto Dua Baru Kecamatan Air Hangat Barat Kabupaten Kerinci. Terdakwa merupakan pihak yang bertanggung jawab dalam penggunaan dan pengelolaan keuangan desa yang tercantum di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Koto Dua Baru Tahun 2018 dan 2019. 

Namun dalam pelaksanannya, terdakwa tidak pernah melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa dan masyarakat desa dalam perencanaan, penyusunan dan penggunaan anggaran. 

Berdasarkan Laporan Hasil Audit Investigasi Inspektorat Provinsi Jambi Nomor : LAP-700/ITPROV-3/XI/2020 tanggal 18 November 2020 disimpulkan bahwa telah terjadi penyimpangan terhadap realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2018 dan 2019. 

Dengan nilai kerugian negara atau daerah mencapai 758 juta rupiah. Ia didakwa atas tindak pidana sebagaimana dalam pasal 2 ayat (1) junto pasal 18 ayat (1), (2) dan ayat (3) Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Junti pasal 64 ayat (1) KUHP. (Dedy Nurdin)

Baca berita lain tentang daerah Kerinci

Baca juga: Sering Meresahkan Pedagang Pol PP Muarojambi akan Tangkap Anak Punk yang Berkeliaran di Sengeti

Baca juga: Remaja SMA di Tanjabbar Cabuli Pacarnya yang Masih SMP Saat Bermalam di Rumah Pacarnya

Baca juga: Penerimaan CPNS Kerinci Diprediksi Mei Pelaksanaan Tes PPPK 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved