Kamis, 16 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ada Kabar Vaksin Sinovac Covid-19 Kadaluarsa 25 Maret, Begini Penjelasan Lengkap Wiku Adisasmito:

Wiku menjelaskan, vaksin yang mendekati kedaluwarsa itu merupakan vaksin jadi yang didatangkan dari China pada Desember 2020.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Rara khushshoh
Vaksin corona Sinovac 

TRIBUNJAMBI.COM - Tersiar kabar vaksin Sinovac yang masuk Indonesia kedaluwarsa 25 Maret mendatang. Menanggapi hal ini, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat tak panik.

"Saya sampaikan untuk masyarakat agar tidak panik karena pemerintah memastikan produk yang diberikan kepada publik yang aman, halal, dan berkualitas," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (16/3/2021).

Wiku menjelaskan, vaksin yang mendekati kedaluwarsa itu merupakan vaksin jadi yang didatangkan dari China pada Desember 2020.

Vaksin tersebut datang dalam dua tahap masing-masing berjumlah 1,8 juta dosis dan 1,2 juta dosis, sehingga total ada 3 juta dosis. Vaksin ini habis digunakan pada Januari 2021 dengan disuntikkan ke tenaga kesehatan, petugas pelayan publik, termasuk Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Kuasa Hukum Terdakwa Penyebar Video Syur Gisel Minta Sang Artis Hadiri Sidang

Baca juga: Pengakuan Muncikari Remaja Jual Gadis 17 Tahun ke ABK Kapal, Tarif Rp 2 Juta Sekali Kencan

"Kepada Presiden, kemudian 1,45 juta tenaga kesehatan, dan 50 ribu petugas pelayanan publik. Dengan demikian vaksin tersebut sudah habis digunakan," terang Wiku.

Saat ini, lanjut Wiku, vaksin Covid-19 yang digunakan adalah yang berbentuk bulk (bahan baku). Bahan baku vaksin itu selanjutnya diproses oleh PT Bio Farma.

"Dan saat ini digunakan untuk lansia dan petugas pelayanan publik," kata dia. Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari PT Bio Farma Bambang Heryanto mengatakan, vaksin Covid-19 asal Sinovac untuk gelombang pertama yang diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes) memiliki masa kedaluwarsa sampai 25 Maret 2021.

"Sebetulnya yang jadi masalah ini, Vaksin CoronaVac ya, yang pertama kali datang 1,2 juta dan 1,8 juta di akhir Desember dalam produk jadi," kata Bambang saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (13/3/2021).

Menurut Bambang, terjadi perubahan masa kedaluwarsa untuk 3 juta vaksin Covid-19 asal Sinovac tersebut. Ia menyebutkan, masa kedaluwarsa vaksin Covid-19 Sinovac pada kemasannya tertulis sampai 2023.

Namun setelah melalui proses evaluasi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dipercepat menjadi enam bulan. Namun, Bambang memastikan, 3 juta vaksin Covid-19 siap pakai tersebut sudah habis terpakai oleh para nakes.

Baca juga: 12 Karyawan dan 1 Bandar Ditetapkan Polisi Jadi Tersangka Judi Togel Online di Kota Jambi

Sumber: Surya
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved